Rabu, September 9, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Kasus Bakteri “Pemakan Daging” di Jepang Mencapai Rekor Tertinggi

redaksi
30 Juni 2024
Kategori : Berita, Kesehatan
0
Kasus Bakteri “Pemakan Daging” di Jepang Mencapai Rekor Tertinggi

Jumlah kasus STSS yang dilaporkan sepanjang tahun 2024 telah mencapai rekor tertinggi, melampaui angka di tahun sebelumnya. GAMBAR: Japan's National Institute of Infectious Diseases/NHK

Darilaut – Kasus streptococcal toxic shock syndrome (STSS)  atau sindrom syok toksik streptokokus, telah mencapai rekor tertinggi di Jepang. Infeksi bakteri yang disebut “pemakan daging” tersebut berkembang dengan cepat dan bisa berakibat fatal.

STSS terutama disebabkan oleh bakteri “streptokokus grup A” dan sebagian besar menyerang orang berusia 30-an atau lebih. Pasien dapat mengembangkan nekrosis anggota badan dan menderita kegagalan beberapa organ.

Melansir NHK, Institut Nasional Penyakit Menular Jepang mengatakan jumlah awal kasus di negara itu sejak awal tahun ini mencapai 977.

Jumlah ini adalah peningkatan 2,8 kali lipat dari periode yang sama tahun lalu dan sudah lebih dari total tahun itu 941 – angka tertinggi yang pernah terdaftar dengan metode pengambilan data saat ini.

Penyebab Infeksi

Profesor Kikuchi Ken dari Tokyo Women’s Medical University, mengatakan, bakteri STSS sering dikatakan masuk ke dalam tubuh melalui luka atau luka kecil, tetapi dalam beberapa kasus penyebab infeksi tidak dapat ditentukan.

Profesor Kikuchi mencatat ada beberapa contoh di mana gejala berkembang dengan cepat setelah memar. Gejala tersebut termasuk pembengkakan bagian tubuh dan demam tinggi.

Kikuchi mengatakan lonjakan pasien mengkhawatirkan karena menunjukkan sesuatu yang baru sedang terjadi.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: Bakteri Pemakan DagingJepangStreptococcal Toxic Shock SyndromeSTSS
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Pertumbuhan Ekspor Tuna Indonesia Naik 6,1% Per Tahun

Next Post

KPU Kabupaten Gorontalo Monitoring Pelaksanaan Coklit

Postingan Terkait

Satelit Copernicus Sentinel-2 Merekam Letusan Gunung Anak Krakatau

Satelit Copernicus Sentinel-2 Merekam Letusan Gunung Anak Krakatau

9 September 2026
Dentuman Gunung Anak Krakatau

Gunung Anak Krakatau Erupsi Rabu Dini Hari

9 September 2026

BMKG Pastikan Ruang Udara dan Area Landasan Bandara Aman Dari Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Gunung Anak Krakatau Masih Erupsi

Sejumlah Bandara Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mulai Dibuka

Sejumlah Wilayah di Indonesia Terdampak Abu Vulkanik dan Asap Karhutla

Tiga Mahasiswa Fakultas Kedokteran UNG Ikut Lomba Penulisan Puisi, Monolog dan Lukis Tingkat Nasional

27 Mahasiswa UNG Siap Tampil Dalam Lomba Pekan Seni Mahasiswa Nasional di Universitas Jember

Next Post
KPU Kabupaten Gorontalo Monitoring Pelaksanaan Coklit

KPU Kabupaten Gorontalo Monitoring Pelaksanaan Coklit

TERBARU

Satelit Copernicus Sentinel-2 Merekam Letusan Gunung Anak Krakatau

Gunung Anak Krakatau Erupsi Rabu Dini Hari

BMKG Pastikan Ruang Udara dan Area Landasan Bandara Aman Dari Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Gunung Anak Krakatau Masih Erupsi

Sejumlah Bandara Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mulai Dibuka

Sejumlah Wilayah di Indonesia Terdampak Abu Vulkanik dan Asap Karhutla

AmsiNews

REKOMENDASI

Pinisi Pusaka Indonesia Tiba di Marapokot

Hujan Salju di Gurun Atacama Tempat Terkering di Bumi, Cuaca Dingin Luar Biasa Melanda Amerika Selatan

Tiket Online Kapal Penyeberangan Dapat Dibeli H -60

Kapal Pesiar Terbakar di Pantai Mutiara

Tanah Longsor dan Banjir Terjadi di Sejumlah Wilayah Indonesia

AMSI: Masa Depan Bisnis Media Siber Tergantung Perbaikan Ekosistem Informasi Digital

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.