Darilaut – Profesor Riset dari Pusat Riset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), M. Reza Cordova, mengatakan keberlanjutan pariwisata tidak dapat dipisahkan dari pengelolaan sampah yang baik dan bertanggung jawab.
“Pariwisata adalah aset ekonomi dan budaya Indonesia. Agar tetap bermartabat dan berkelanjutan, pengelolaan sampah harus menjadi bagian integral dari sistem pariwisata itu sendiri,” ujar Reza seperti dikutip dari Brin.go.id.
Menurut Reza tantangan utama pengelolaan sampah pariwisata di Indonesia tidak hanya terletak pada keterbatasan infrastruktur, tetapi juga pada lemahnya basis data dan belum konsistennya pengelolaan sampah dari sumber.
“Selama ini kita banyak berbicara soal sampah pariwisata, tetapi datanya masih parsial. Padahal, tanpa data yang terukur dan representatif, akan sulit merancang kebijakan yang tepat sasaran, terutama untuk subsektor seperti villa, homestay, dan usaha wisata skala kecil yang jumlahnya besar namun belum sepenuhnya tercatat,” kata Reza.
Aktivitas pariwisata memberikan kontribusi signifikan terhadap timbulan sampah di Bali. Sampah tidak hanya berasal dari wisatawan, tetapi juga dari aktivitas operasional sektor pariwisata seperti hotel, restoran dan kafe, dan pengelolaan kawasan wisata, hingga perawatan lanskap.




