Darilaut – Peristiwa Kekeringan melanda sejumlah wilayah di Indonesia awal Juli tahun ini. Bencana kekeringan mendominasi akibat dampak musim kemarau.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kejadian kekeringan di Kabupaten Gunungkidul, Provinsi DI Yogyakarta. Intensitas hujan yang menurun akibat musim kemarau dan terbatasnya sumber air mengakibatkan kekeringan sejak Rabu 24 Juni.
Lokasi terdampak berada di Kapanewon Rongkop, Kalurahan Semugih. Tercatat sebanyak 67 kepala keluarga (KK) terdampak. BPBD Kabupaten Gunungkidul berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan asesmen serta pendistribusian air bersih.
Pemerintah setempat menetapkan status siaga darurat bencana melalui Keputusan Bupati Gunungkidul Nomor 154/KPTS/2026 tentang Penetapan Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan di Kabupaten Gunungkidul yang berlaku mulai 1 Juni hingga 31 Agustus 2026. Kondisi terkini telah dilakukan pendistribusian air bersih sebanyak 16 rit (tangki) kepada warga terdampak pada Kamis (2/7).
Krisis air bersih akibat dampak kekeringan juga masih terjadi di Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, sejak Jumat 19 Juni. BPBD Kabupaten Bantul telah mendistribusikan 15.000 liter air bersih di Desa Jatimulyo, Kecamatan Dlingo, pada Rabu (1/7).
Air bersih tersebut diperuntukkan bagi masyarakat terdampak di Desa Jatimulyo yang diperkirakan mencapai 90 KK atau 250 jiwa. Selain disalurkan langsung kepada masyarakat, air bersih juga ditempatkan pada tempat penampungan seperti toren sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat umum.




