“Media merupakan bagian dari ekonomi kreatif sekaligus bagian penting dari demokrasi,” ujarnya.
Wahyu berharap IDMC menjadi ruang untuk merumuskan langkah nyata agar jurnalisme tetap relevan, dipercaya masyarakat, dan memiliki model bisnis yang berkelanjutan.
Ketua Panitia IDMC 2026, Rachmadin Ismail, mengatakan konferensi ini dirancang agar memberikan manfaat bagi seluruh pemangku kepentingan, tidak hanya perusahaan media, tetapi juga akademisi, perusahaan teknologi informasi, agensi, pelaku usaha, dan pemerintah.
Selama dua hari, agenda pembahasan meliputi lanskap kepemilikan media, model bisnis, perkembangan AI, strategi bisnis, serta komunikasi krisis dan hubungan pemerintah dengan media.
Rachmadin menjelaskan bahwa konferensi tidak hanya bertujuan menjadi ruang pertukaran gagasan, tetapi juga memperluas jejaring dan membuka peluang kolaborasi.
Pengetahuan dan hubungan profesional yang terbangun diharapkan membantu perusahaan media memperkuat produk konten, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, melakukan transformasi internal, dan mengembangkan bisnis, kata Rachmadin.
Sejumlah tokoh hadir dalam IDMC 2026, di antaranya Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif RI Teuku Riefky Harsya, perwakilan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, yakni Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur Sherlita Ratna Dewi Agustin, S.Si., M.IP., Ketua Umum AMSI Wahyu Dhyatmika, anggota Dewan Pers Dahlan Dahi, Atmaji Sapto Anggoro dari Badan Pertimbangan dan Pengawas Organisasi AMSI, Wakil Ketua Umum AMSI Suwarjono sekaligus CEO Suara.com, serta Dwi Eko Lokononto, Pemimpin Redaksi Beritajatim.com sekaligus anggota Badan Pertimbangan dan Pengawas Organisasi AMSI. Acara ini juga dihadiri para ketua AMSI dari berbagai wilayah di Indonesia.




