“Pandemi ini mengembalikan media ke rumusan paling dasar dalam konten yakni proximity. Local content menjadi sangat penting buat masyarakat lokal,” kata Wens.
Wens mencontohkan, publik di Kota Batu, publik Jawa Timur, dan publik Surabaya lebih butuh konten tentang bagaimana penyebaran Covid-19 di lokasi mereka, ketimbang informasi yang sifatnya lebih nasional.
Publik lebih membutuhkan informasi bagaimana sebaran Covid-19 di sekitar mereka ketimbang info bersifat nasional.
Ketua AMSI Jawa Timur Arief Rahman mengatakan, pandemi membuat semua pihak harus bekerjasama.
“Dalam situasi pandemi kita tidak bisa hidup sendirian, tak lagi hanya berkompetisi. Kalau persaingan kapitalistik, masyarakat jadi korban. Inilah yang jadi kunci negara-negara Eropa menaklukkan pandemi flu Spanyol dengan mendirikan koperasi,” katanya.
Media massa memang harus tetap kritis menjaga keseimbangan eksekutif, legislatif, dan yudikatif.
“Tapi kami tetap ingin bersinergi dan berkolaborasi mencapai tujuan bersama yang diamanatkan UUD. Ini jadi concern kami agar media bisa kuat dengan tetap membuat konten sehat,” katanya.
Pembukaan Konferwil 2 AMSI Jatim ini dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko.
Gubernur Khofifah mengatakan, AMSI memiliki posisi penting dalam penyebaran informasi.





Komentar tentang post