“Ini menjadi alasannya mengapa setiap kali berkunjung ke kampus, Saya ingin mendengar langsung apa yang sudah dikerjakan para peneliti seperti di UNG,” ujarnya.
Dalam diskusi bersama civitas academica UNG, Wamen Stella menyoroti paradoks kawasan Teluk Tomini.
Meski memiliki kekayaan biodiversitas luar biasa, termasuk menjadi bagian dari Coral Triangle (segitiga karang) dunia, kawasan ini masih menghadapi tantangan kemiskinan yang signifikan.
“Teluk Tomini adalah aset luar biasa yang berbatasan langsung dengan tiga provinsi. Namun, kita tidak bisa menutup mata bahwa wilayah ini masih menjadi kantong kemiskinan di regional Sulawesi,” ujar Wamen Stella.
Sementara itu Rektor UNG melalui Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Muhammad Amir Arham, menyambut hangat kedatangan Wamendiktisaintek.
Kehadiran Wamen Stella bersama jajaran pimpinan dan peneliti UNG, menjadi “booster” penting bagi penguatan ekosistem riset di Gorontalo khususnya UNG.
“Kehadiran Ibu Wamen di tengah-tengah peneliti kami memberikan suntikan semangat baru. Ini akan mendorong kami untuk terus meningkatkan kuantitas dan kualitas riset yang memberikan nilai manfaat nyata bagi masyarakat luas,” ujar Amir Arham.




