Merespons kondisi darurat di lapangan, tim menyesuaikan seluruh program kerja KKN yang telah direncanakan sebelumnya. Mahasiswa mengalihkan fokus kegiatan menjadi aksi kerelawanan kebencanaan di bawah koordinasi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan pemerintah setempat.
Tim KKN UMY dialih-tugaskan menjadi relawan bencana dan tanggap darurat.
Wakil Rektor UMY Bidang Sumber Daya, Prof. Dr. Dyah Mutiarin, mengatakan, seluruh mahasiswa KKN UMY di Flores dilaporkan dalam kondisi aman.
“Alhamdulillah, seluruh mahasiswa KKN UMY dalam kondisi aman. Kami terus melakukan komunikasi dengan tim di lapangan untuk memantau perkembangan kondisi mahasiswa maupun masyarakat di lokasi KKN yang terdampak,” ujar Prof. Arin, seperti dikutip dari Umy.ac.id.
“Mahasiswa kami di lokasi bencana langsung menyesuaikan program. Mereka sigap membantu warga di lapangan, salah satunya dengan mengelola dapur umum dan membantu kebutuhan darurat warga.”
Untuk saat ini, “kami akan berusaha membantu sesuai dengan kemampuan yang ada dan kebutuhan masyarakat di lapangan,” kata anggota Tim Proyek Ekspedisi Nusantara (PENA) 11 KKN UMY di Desa Nanga Mbaling, Fifin Anggela Prista.
Banyak warga mengalami luka ringan hingga berat yang belum tertangani secara maksimal.

Hingga Minggu (16/8) pasar, pusat perbelanjaan, dan layanan medis di kecamatan lumpuh. Banyak masyarakat yang terdampak mengalami luka ringan, sedang, bahkan luka berat yang ”belum tertangani karena keterbatasan obat-obatan dan alat medis yang kami bawa,” ujar Fifin.




