Lokakarya ini dilaksanakan sebagai bagian dari program BETA SIAGA KJRI Sydney, untuk melakukan pencegahan dini dalam kerangka pelayanan pelindungan WNI khususnya agar terhindar dari masalah Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).
Program BETA SIAGA ini diusulkan sebagai kandidat untuk memperoleh Hassan Wirajuda Pelindungan WNI Award (HWPA) Tahun 2023 untuk kategori Pelayanan Publik di Perwakilan RI khususnya terkait penanganan isu hak-hak perempuan dan kekerasan rumah tangga.
Menurut Ketua PPIA Queensland, Muhammad Gibran Raksadinno, kegiatan Warung Konsuler ini sudah diadakan di Brisbane. Antusias dari masyarakat Indonesia sangat tinggi karena terbantu dengan adanya kegiatan jemput bola ini, sebab di Queensland belum ada KJRI.
Raksadinno yang juga mahasiswa jurusan teknologi informasi pada University of Queenslands ini mengatakan banyak WNI yang tinggal di Queensland. Mulai dari mahasiswa, pekerja, keluarga, dan berbagai latar belakang lainnya.
“Mereka sangat terbantu dikarenakan WNI di Queensland tidak perlu ke Sydney untuk mengurus dokumen dan tentunya ini tidak efisien dan meluangkan waktu lebih lama serta biaya untuk pergi ke Sydney,” ujarnya.
Ketua Panitia Pesta Rakyat 2023, Ulfah Aidha Salsabila Mulsi juga menyampaikan apresiasi terhadap KJRI Sydney yang turut meramaikan gelaran perta rakyat 2023 dengan layanan jemput bola Warung Konsuler yang sangat membantu masyarakat Indonesia di Queensland.





Komentar tentang post