Aspek legalitas dan jaminan mutu turut menjadi bagian penting agar produk yang dikembangkan tidak hanya menarik secara tampilan, tetapi juga memiliki dasar yang mendukung kepercayaan konsumen.
Selanjutnya, Fitriani membahas strategi pemasaran produk olahan hasil perikanan. Materi diarahkan pada hal-hal yang dekat dengan kebutuhan pelaku usaha, seperti mengenali pasar, menghitung harga pokok produksi (HPP) secara tepat, menentukan saluran penjualan, membangun kemitraan pemasaran, serta memilih strategi promosi yang sesuai.
Pencatatan penjualan juga menjadi bagian yang ditekankan agar pelaku UMKM dapat mengetahui perkembangan usahanya secara lebih terukur. Dengan demikian, pengembangan produk tidak berhenti pada proses produksi, tetapi berlanjut hingga bagaimana produk tersebut dapat diterima pasar dan memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Tematik II UNG Desa Huangobotu, Sitty Ainsyah Habibie, M.Sc, mengatakan bahwa potensi hasil perikanan di wilayah pesisir, perlu diikuti dengan kemampuan masyarakat dalam mengembangkan produk dan memasarkannya.
Menurutnya hasil perikanan memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan, menjadi produk pangan keluarga sekaligus produk usaha.
“Peningkatan daya saing tidak cukup hanya dengan menghasilkan produk, tetapi juga perlu memperhatikan branding, kemasan, dan strategi pemasaran agar produk lebih mudah dikenali dan memiliki nilai jual,” ujarnya.




