Minggu, April 19, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Sepertiga Spesies Hiu dan Pari di Dunia Menuju Krisis Kepunahan

redaksi
7 September 2021
Kategori : Berita, Konservasi
0
Hiu

Tangkapan hiu yang telah dipotong bagian sirip, kepala dan ekor di atas kapal. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Lebih dari sepertiga spesies ikan chondrichthyan terancam punah akibat penangkapan berlebihan.

Kajian ini ditulis Nicholas K. Dulvy dkk dalam Jurnal Current Biology 31, 1–15, 2021. Tim peneliti menyajikan data dengan menilai kembali 1.199 spesies di kelas Chondrichthyes (Class Chondrichthyes) yakni hiu, pari, dan chimera.

Penilaian global pertama pada 2014 menyimpulkan bahwa seperempat (24%) spesies terancam. Sekarang, 391 (32,6%) spesies terancam punah.

Ketika persentase ancaman ini diterapkan pada spesies yang Kurang Data (DD) sesuai kategori penilaian Daftar Merah International Union for Conservation of Nature (IUCN), lebih dari sepertiga (37,5%) chondrichthyan diperkirakan terancam. Perubahan status spesies tersebut dihasilkan dari informasi baru.

Penelitian Dulvy dkk ini dengan judul “Overfishing drives over one-third of all sharks and rays toward a global extinction crisis.”

Menurut tim peneliti, aktivitas manusia telah mempengaruhi lautan selama berabad-abad, secara langsung melalui penangkapan ikan dan perburuan, dan secara tidak langsung karena modifikasi habitat dan perubahan iklim.

Efek ini, ditambah dengan yang ada di darat, yang telah menandai zaman geologis baru —Antroposen—yang dicirikan oleh transisi lingkungan yang cepat yang didorong oleh umat manusia.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: Diambang KepunahanHiuHiu dan PariIUCNKongres Konservasi Dunia IUCNSharks and Rays
Bagikan2Tweet1KirimKirim
Previous Post

Kongres IUCN, Pemerintah Jerman Investasi 17 juta Euro Untuk Pariwisata Berkelanjutan

Next Post

Hiu dan Pari Terancan Punah Karena Penangkapan Ikan Berlebihan

Postingan Terkait

Daya Tampung UTBK – SNBT di Universitas Negeri Gorontalo 3063 Kursi

UNG Dorong Mahasiswa Lulus Tanpa Skripsi dengan Syarat Menghasilkan Karya Setara Tugas Akhir

19 April 2026
Tuna Sirip Biru Terjual Rp 3,9 Juta Per Kilogram di Yilan Taiwan

Tuna Sirip Biru Terjual Rp 3,9 Juta Per Kilogram di Yilan Taiwan

19 April 2026

Peneliti UNG Publikasikan Kompetensi Penerjemah di Jurnal Terindeks Scopus Q1

Gempa M5,8 Terletak Selatan Bone Bolango Laut Maluku

Nelayan dan Warga Bersih Pantai di Pesisir Bone Bolango, Teluk Tomini

Tahun 2026 UNG Targetkan 55 Persen Program Studi Terakreditasi “Unggul”

Eutrofikasi di Teluk Jakarta Sangat Tinggi Secara Global

Eutrofikasi Mengganggu Keseimbangan Ekosistem Perairan dan Memiliki Dampak Sosial yang Luas

Next Post
Hiu dan Pari Terancan Punah Karena Penangkapan Ikan Berlebihan

Hiu dan Pari Terancan Punah Karena Penangkapan Ikan Berlebihan

Komentar tentang post

TERBARU

UNG Dorong Mahasiswa Lulus Tanpa Skripsi dengan Syarat Menghasilkan Karya Setara Tugas Akhir

Tuna Sirip Biru Terjual Rp 3,9 Juta Per Kilogram di Yilan Taiwan

Peneliti UNG Publikasikan Kompetensi Penerjemah di Jurnal Terindeks Scopus Q1

Gempa M5,8 Terletak Selatan Bone Bolango Laut Maluku

Nelayan dan Warga Bersih Pantai di Pesisir Bone Bolango, Teluk Tomini

Tahun 2026 UNG Targetkan 55 Persen Program Studi Terakreditasi “Unggul”

AmsiNews

REKOMENDASI

Jepang Catat Suhu Tertinggi Abnormal, Terpanas Sejak 1898

Peredaran Satwa Liar di Jabodetabek Sangat Tinggi

Gempa Laut Maluku M7,6 di Dekat Pulau Batang Dua Mekanisme Pergerakan Naik

BKIPM Bitung Berikan Layanan Tercepat Sertifikat Karantina

Mengatasi Polusi Plastik

Angin Kencang, Tanah Longsor dan Banjir Melanda Sejumlah Daerah

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.