“Digifish adalah sebuah terobosan. Saya sangat berharap ini akan menjadi jawaban buat kita untuk melakukan terobosan-terobosan baru sehingga memperkaya kami pemangku kebijakan dalam berinovasi,” kata Edhy.
Edhy mengatakan, digitalisasi di sektor perikanan akan tetap menyerap luas sumber daya manusia. Sebab, masih banyak luas lahan perikanan yang belum dimanfaatkan secara optimal saat ini.
“Luas lahan kita jauh lebih dari cukup untuk menyerap semua orang yang akan berkontribusi di sini. Luas panjang pantai kita itu baru 10 persennya yang sudah termanfaatkan. Itu pun belum optimal. Kalau kita fokus di 10 persen ini saja, penyerapan lapangan pekerjaannya akan lebih tinggi. Kalau masih kurang juga, masih ada 90 persen lahan yang bisa dimanfaatkan,” katanya.
Dari segi pasar, kata Edhy, para pelaku usaha tak perlu khawatir bahwa produksinya akan berlebih (oversupply). Kebutuhan pasar dalam negeri maupun ekspor masih terbuka lebar. Selain itu, ikan juga mudah untuk disimpan dibandingkan produk agro lainnya seperti beras.
Ikan cukup disimpan menggunakan cold storage dan memiliki tingkat ketahanan yang cukup panjang. Hal ini juga akan berdampak positif secara nasional sebagai cadangan pangan.
“Kebayang tidak kalau suatu saat kita punya cadangan ikan sampai 10 juta ton? Bagaimana negara lain akan memandang kita? Kita juga tidak akan pernah takut kehilangan protein,” katanya.





Komentar tentang post