Darilaut – Koalisi Damai bersama Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) menggelar Senior Editors Meeting bertema “Memperkuat Kolaborasi Multi-Pemangku Kepentingan untuk Tata Kelola Digital Berbasis HAM” pada Kamis (11/12) di Kantor UNESCO Jakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Social Media 4 Peace yang didukung oleh Uni Eropa.
Pertemuan ini digelar sebagai respons atas meningkatnya kebutuhan kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi risiko dan dampak ruang digital yang semakin kompleks. Ruang digital yang rentan terhadap misinformasi, ujaran kebencian, serta penyalahgunaan platform menuntut tata kelola yang inklusif, transparan, dan menghargai hak asasi manusia. Kolaborasi antara media, masyarakat sipil, hingga lembaga internasional menjadi kunci dalam mewujudkan ekosistem digital yang aman dan demokratis.
Ketua AMSI, Wahyu Dhyatmika, menekankan bahwa organisasi masyarakat sipil dan media menghadapi tantangan serupa, terutama terkait menyempitnya ruang kebebasan sipil serta ketimpangan kekuatan antara perusahaan teknologi global dan komunitas lokal.
“Pertemuan ini menjadi ruang penting untuk menyamakan pemahaman dan memperkuat kerja bersama demi memastikan hak-hak masyarakat terlindungi di ruang digital,” ujar Wahyu.
Ia menegaskan bahwa kerja kolaboratif diperlukan untuk mendorong akuntabilitas perusahaan teknologi dan menciptakan mekanisme tata kelola yang berpihak pada kepentingan publik.




