Wilayah dengan Hari Tanpa Hujan sangat panjang hingga ekstrem tersebut terutama tersebar di Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sumatra bagian selatan, Kalimantan bagian selatan, Maluku Utara, dan sebagian Sulawesi. HTH terpanjang tercatat selama 90 hari di Pos Hujan BPP Pajangan, Kabupaten Bantul, D.I. Yogyakarta.
Berlanjutnya kondisi tanpa hujan dalam durasi panjang perlu diwaspadai karena dapat mengurangi ketersediaan air serta meningkatkan kerentanan lahan dan vegetasi terhadap kebakaran.
Indikasi meningkatnya dampak musim kemarau juga terlihat dari sejumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat, Aceh, Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali. Kondisi tersebut diperkuat oleh hasil pemantauan citra satelit yang mendeteksi sebaran asap di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan.
Berdasarkan arah pergerakannya, asap dari Kalimantan Barat berpotensi melintasi batas negara menuju Sarawak dengan pergerakan dominan ke arah barat laut. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi kering tidak hanya meningkatkan risiko karhutla, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak lintas wilayah, kata BMKG.
Di tengah dominasi kondisi kering, potensi hujan lebat secara lokal masih dapat terjadi. Pada periode 30 Juli–2 Agustus 2026, hujan lebat hingga sangat lebat tercatat di Aceh sebesar 164,3 mm/hari, Sumatera Utara 144 mm/hari, Sumatera Barat 102,5 mm/hari, Kepulauan Riau 97 mm/hari, dan Kalimantan Utara 59 mm/hari.




