Pengamat langit di Belahan Bumi Selatan harus menunggu sampai bulan depan untuk melihat sekilas.
Banyak komet telah menghiasi langit selama setahun terakhir. “Komet ini mungkin tampak sedikit lebih besar dan karena itu sedikit lebih terang dan datang sedikit lebih dekat ke orbit Bumi,” kata pelacak komet dan asteroid NASA, Paul Choda, mengutip AP.
Komet ini ditemukan Maret lalu oleh para astronom menggunakan Zwicky Transient Facility, kamera lapangan lebar di Caltech’s Palomar Observatory. Hal ini menjelaskan nama resminya yang rumit: comet C/2022 E3 (ZTF).
Zwicky Transient Facility adalah nama dari sebuah fasilitas pengamatan astronomis dengan medan pandang yang lebar, yang menggunakan kamera yang terhubung dengan teleskop Samuel Oschin di Observatorium Palomar, California, Amerika Serikat.
Pada hari Rabu, komet akan meluncur antara orbit Bumi dan Mars dengan kecepatan relatif 128.500 mph (207.000 kilometer). Intinya diperkirakan sekitar satu mil (1,6 kilometer), dengan ekornya yang memanjang.
Komet tersebut diperkirakan tidak akan seterang Neowise pada tahun 2020, atau Hale-Bopp dan Hyakutake pada pertengahan hingga akhir 1990-an.
Astronom University of Hawaii Karen Meech menjelaskan komet itu akan cerah karena jaraknya yang dekat dengan Bumi yang memungkinkan para ilmuwan untuk melakukan lebih banyak eksperimen dan publik dapat melihat komet yang indah.





Komentar tentang post