Darilaut – Kekeringan mendominasi sejumlah wilayah Indonesia. Kondisi ini masih menjadi perhatian karena berpotensi meningkatkan kerawanan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di wilayah yang telah mengalami periode tanpa hujan cukup panjang.
Pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada 7 Oktober 2026, sejumlah titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan tinggi masih terdeteksi, sejumlah 531 titik di wilayah Papua dan Maluku, 364 titik di Kalimantan, serta 340 titik di Sumatera.
Selain itu, hasil pengamatan citra satelit Himawari juga menunjukkan adanya sebaran asap di sejumlah wilayah, yang meliputi sebagian besar Sumatera, Kalimantan, serta beberapa wilayah Sulawesi, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, dan Papua.
Menurut Direktorat Meteorologi Publik BMKG, kondisi ini menunjukkan bahwa potensi karhutla masih perlu diwaspadai, khususnya pada wilayah dengan curah hujan rendah dan kondisi vegetasi yang semakin kering.
Hasil pemantauan kondisi iklim pada Dasarian III September 2026 menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia masih didominasi oleh kondisi kering, kata BMKG.
Perkembangan fenomena iklim global, yakni Indian Ocean Dipole (IOD) yang tercatat bernilai positif dengan indeks rata-rata bulanan September sebesar +0,72.




