Namun, kata Prof. Taalas, kita memiliki alat untuk memperkuat pemahaman kita tentang penyebab perubahan iklim melalui Global Greenhouse Gas Watch yang dikeluarkan WMO.
Hal ini akan sangat meningkatkan observasi dan pemantauan berkelanjutan untuk mendukung tujuan iklim yang lebih ambisius.
Pengawasan
Buletin WMO memuat cerita dengan sampul “Global Greenhouse Gas Watch” (Pengawas Gas Rumah Kaca Global), yang disetujui oleh Kongres Meteorologi Dunia pada bulan Mei.
Inisiatif ambisius ini mempertimbangkan pemantauan gas rumah kaca yang berkelanjutan agar dapat memperhitungkan aktivitas manusia yang terkait serta sumber dan penyerapnya.
Laporan ini akan memberikan informasi dan dukungan penting bagi tujuan Perjanjian Paris untuk membatasi pemanasan global hingga di bawah 2°C dan menargetkan 1,5°C di atas tingkat pra-industri.
Meskipun komunitas ilmiah memiliki pemahaman yang luas tentang perubahan iklim dan implikasinya, masih terdapat beberapa ketidakpastian mengenai siklus karbon – dan perubahan yang terjadi di lautan, biosfer daratan, dan kawasan permafrost.
Menurut Greenhouse Gas Bulletin, ketidakpastian ini tidak boleh menghalangi tindakan. Sebaliknya, perlu menyoroti strategi yang fleksibel dan adaptif serta pentingnya manajemen risiko menuju net-zero dan realisasi tujuan Perjanjian Paris.




