Senin, Agustus 3, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Kontribusi Sektor Kelautan Rendah, Profesor Riset BRIN Dorong Omnibus Law Kelautan

redaksi
2 Agustus 2026
Kategori : Berita
0
Kontribusi Sektor Kelautan Rendah, Profesor Riset BRIN Dorong Omnibus Law Kelautan

Ilustrasi pesisir dan laut. FOTO: DARILAUT.ID

Berdasarkan hasil kajiannya, Dirhamsyah mengidentifikasi tiga persoalan mendasar dalam tata kelola kelautan Indonesia.

Pertama, jumlah regulasi yang terlalu banyak. Kedua, karakter regulasi yang masih sektoral sehingga kerap menimbulkan tumpang tindih kewenangan. Ketiga, belum adanya satu regulasi yang bersifat integratif dan mampu menyatukan seluruh aspek pengelolaan kelautan dalam satu sistem hukum yang koheren.

Kondisi tersebut, menjadi sumber berbagai konflik kelembagaan maupun kebijakan dalam pengelolaan laut Indonesia, kata Dirhamsyah.

Sebagai solusi, Dirhamsyah menawarkan model legislasi baru berupa Undang-Undang Omnibus Kelautan. Melalui pendekatan ini, berbagai regulasi sektoral yang selama ini tersebar dapat diintegrasikan ke dalam satu kerangka hukum yang komprehensif sehingga mampu menciptakan kepastian hukum, memperjelas pembagian kewenangan, serta meningkatkan efektivitas tata kelola laut dan wilayah pesisir secara berkelanjutan.

Omnibus law kelautan harus dibangun di atas empat prinsip utama, yakni komprehensif, integratif, memberikan kepastian hukum, serta efektif dan efisien. Regulasi tersebut juga perlu mengatur seluruh aspek tata kelola kelautan, mulai dari yurisdiksi, pengelolaan sumber daya, hingga penegakan hukum di laut. Pendekatan tersebut diharapkan mampu mengakhiri fragmentasi regulasi yang selama ini menghambat pembangunan sektor kelautan nasional.

Halaman 3 dari 4
Sebelumnya1234Selanjutnya
Tags: BRINOmnibus Law KelautanProf. DirhamsyahSektor Kelautan
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Bibit 94W Menguat Menjadi Depresi Tropis di Laut Filipina

Next Post

434 Ribu Hektare Hutan Terbakar di Seluruh Eropa, AS dan Kanada 5,6 Juta

Postingan Terkait

Aquatic Science UNG Peringkat 18 Nasional Versi SCImago Institutions Rankings 2026

Aquatic Science UNG Peringkat 18 Nasional Versi SCImago Institutions Rankings 2026

3 Agustus 2026
El Niño Tidak Menyerang Semua Tempat dengan Cara yang Sama

El Niño Tidak Menyerang Semua Tempat dengan Cara yang Sama

3 Agustus 2026

Peta Prakiraan Musiman Global Agustus – Oktober

Penjelasan Dampak Global El Niño

El Niño Sudah Ada di Rumah Kita, Agustus-Oktober 2026 Akan Menguat, Suhu di Atas Normal

434 Ribu Hektare Hutan Terbakar di Seluruh Eropa, AS dan Kanada 5,6 Juta

Bibit 94W Menguat Menjadi Depresi Tropis di Laut Filipina

Topan Super Dolphin Sedikit Melemah di Timur Laut Kepulauan Mariana Utara

Next Post
Spanyol dan Prancis Berjuang Melawan Kobaran Api Besar, Kebakaran Hutan Meningkat di Eropa

434 Ribu Hektare Hutan Terbakar di Seluruh Eropa, AS dan Kanada 5,6 Juta

TERBARU

Aquatic Science UNG Peringkat 18 Nasional Versi SCImago Institutions Rankings 2026

El Niño Tidak Menyerang Semua Tempat dengan Cara yang Sama

Peta Prakiraan Musiman Global Agustus – Oktober

Penjelasan Dampak Global El Niño

El Niño Sudah Ada di Rumah Kita, Agustus-Oktober 2026 Akan Menguat, Suhu di Atas Normal

434 Ribu Hektare Hutan Terbakar di Seluruh Eropa, AS dan Kanada 5,6 Juta

AmsiNews

REKOMENDASI

Awak Kapal Perikanan Kerja Lebih 20 Jam per Hari

Habitat Mapping dan Transplantasi Karang Menjelang Pertemuan Tahunan IMF-WBG 2018 di Bali

Ini Batas Konsumsi Gula, Garam, dan Lemak Untuk Mencegah Diabetes

Penderita Gondok di Gorontalo Kebanyakan Tinggal di Wilayah Non Pesisir

Foto: Natal, Ratusan Kapal Ikan Sandar di Pelabuhan Bitung

Plastik Daur Ulang untuk Kemasan Makanan Perlu Pengamanan Lebih Ketat

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.