Darilaut – Pos Pendamping Nasional yang dikoordinasikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat korban meninggal dunia akibat gempa bumi magnitudo (M) 7,7 di Laut Flores Nusa Tenggara Timur (NTT) 87 Orang.
Pos Pendamping Nasional ini melakukan pemutakhiran data penanganan darurat gempa bumi M 7,7 NTT hingga Sabtu (22/8), pukul 16.00 WIB. Data sementara jumlah pengungsi tercatat lebih dari 150 ribu jiwa.
Korban meninggal dunia di Kabupaten Manggarai 31 jiwa, Manggarai Timur 30 jiwa, Nagekeo 13 jiwa, Sikka 9 jiwa, Ngada 4 jiwa, Ende 2 jiwa dan Manggarai Barat 1 jiwa.
Korban luka mencapai total 1.298 orang, dengan rincian 336 luka berat, 61 luka sedang, 895 luka ringan, dan 6 lainnya masih dalam proses pendataan.
Mayoritas korban luka berada di Kabupaten Manggarai Timur sebanyak 643 jiwa dan Kabupaten Manggarai sebanyak 285 jiwa.
Jumlah pengungsi sementara juga tercatat mencapai 150.576 jiwa. Tersebar di Kabupaten Manggarai sebanyak 41.427 jiwa, Nagekeo 34.256 jiwa, Manggarai Timur 31.372 jiwa, Manggarai Barat 19.954 jiwa, Sikka 17.587 jiwa, Ende 3.429 jiwa, dan Ngada 2.551 jiwa.
Hingga Jumat (21/8), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa susulan sebanyak 5.012 kali. Magnitudo terbesar tercatat M 6.2 dan terkecil M 1.1. Dari total kejadian, sebanyak 124 gempa susulan yang dirasakan warga.



