Selasa, September 22, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Krisis di Pantura Jawa Diperparah Kenaikan Muka Air Laut dan Penurunan Tanah

redaksi
5 Mei 2026
Kategori : Berita
0
Krisis di Pantura Jawa Diperparah Kenaikan Muka Air Laut dan Penurunan Tanah

GAMBAR: BRIN

Tubagus mengatakan ini bukan hanya isu lokal, yapi nasional. Hal ini mengingat Pantura Jawa sebagai tulang punggung perekonomian nasional.

Menurut Tubagus, akar permasalahan pesisir Pantura bersifat sistemik. Faktor pemicunya mencakup alih fungsi lahan masif, termasuk lebih dari 1.500 km persegi area terbangun dan 5.449 km persegi persawahan, serta pembabatan mangrove dan struktur penahan ombak yang dibangun secara sporadis dan tidak terintegrasi.

Menghadapi kompleksitas krisis tersebut, Tubagus menekankan pentingnya transisi menuju pendekatan lintas sektoral dan kewilayahan.

Tubagus menegaskan tidak ada solusi tunggal yang bisa diterapkan di seluruh kawasan Pantura. Karena setiap segmen pantai memiliki karakteristik dan morfologi yang berbeda, intervensi fisik di satu area belum tentu relevan untuk area lainnya.

Tubagus mendorong arah kebijakan penanganan pesisir mutlak dilandaskan pada riset saintifik, data yang kredibel, serta mengedepankan keseimbangan ekosistem alih-alih sekadar pembangunan infrastruktur.

BRIN mencatat Pantura Jawa mengalami erosi 65,8 persen area garis pantainya. Kawasan pesisir ini membentang dari Kabupaten Serang, Provinsi Banten hingga Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.

Tingginya tingkat abrasi pesisir mengakibatkan degradasi lingkungan yang berdampak langsung pada hilangnya ruang hidup warga dan terganggunya infrastruktur ekonomi di wilayah tersebut.

Halaman 2 dari 2
Sebelumnya12
Tags: BRINKenaikan Permukaan LautPenurunan Muka TanahTubagus Solihuddin
Bagikan5Tweet3KirimKirim
Previous Post

65,8 Persen Pantai Utara Jawa Mengalami Erosi

Next Post

UNG Berkolaborasi dengan Pegadaian Hadirkan The Gade Creative Lounge

Postingan Terkait

Banjir Mematikan di Himalaya: Struktur Es Berubah, Gletser Runtuh dan Lereng Gunung Ambruk

Temuan Utama Bencana Geologis Himalaya, Kenaikan Suhu yang Cepat Perparah Kerusakan

22 September 2026
Banjir Mematikan di Himalaya: Struktur Es Berubah, Gletser Runtuh dan Lereng Gunung Ambruk

Analisis Rangkaian Bencana Geologis Himalaya yang Menghantam Nepal

22 September 2026

Para Pemimpin Muda Menyerukan Tindakan Nyata untuk Pembangunan Berkelanjutan

Topan Dujuan Telah Menjauh dari Jepang

Mengapa Mahkamah Konstitusi Menyidangkan PHPU Pilpres 2024 tahun 2026?

Typhoon Dujuan Near Tokyo

Topan Dujuan Berada di Dekat Tokyo, Ratusan Penerbangan Dibatalkan

Gempa Teluk Tomini M 5,3 Guncang Banggai, Dirasakan IV-V MMI di Luwuk

Next Post
UNG Berkolaborasi dengan Pegadaian Hadirkan The Gade Creative Lounge

UNG Berkolaborasi dengan Pegadaian Hadirkan The Gade Creative Lounge

TERBARU

Temuan Utama Bencana Geologis Himalaya, Kenaikan Suhu yang Cepat Perparah Kerusakan

Analisis Rangkaian Bencana Geologis Himalaya yang Menghantam Nepal

Para Pemimpin Muda Menyerukan Tindakan Nyata untuk Pembangunan Berkelanjutan

Topan Dujuan Telah Menjauh dari Jepang

Mengapa Mahkamah Konstitusi Menyidangkan PHPU Pilpres 2024 tahun 2026?

Typhoon Dujuan Near Tokyo

AmsiNews

REKOMENDASI

Instagram Reels Download: A Super‑Simple Guide to Saving Those Bite‑Size Videos

Rumpon Filipina di Perairan Sulawesi Utara Ditertibkan KKP

Hujan dan Angin Kencang, Badai Nora Mendarat di Meksiko

Blood Moon, Fenomena Gerhana Bulan Total yang Memerah

Api Membakar Hutan dan Lahan di Bali, Nusa Tenggara dan Maluku

Ekspedisi Nusantara Jaya, 28 Hari dengan KRI Dewaruci

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.