Minggu, Oktober 25, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Krisis Polusi Plastik Mencekik Lautan, Bahan Alternatif  Terhambat tarif dan Peraturan

redaksi
11 Juni 2026
Kategori : Berita, Sampah & Polusi
0
3 Tahun Darilaut.id

Sampah plastik terbawa gelombang dan arus ke pantai. DARILAUT.ID

Biodegradabilitas

Tantangan lainnya adalah bahwa pengganti plastik membutuhkan kondisi yang sangat spesifik untuk terurai secara hayati – kondisi yang seringkali tidak ditemukan di lautan.

“Banyak plastik biodegradable baru hanya benar-benar terurai dalam kondisi pengomposan industri, dengan suhu, kelembapan, dan komunitas mikroba yang terkontrol,” kata Ian Butler, kepala editor World Ocean Assessment.

”Jadi, ketika Anda memasukkannya ke laut, mereka belum tentu berperilaku sama.”

Ditambah lagi, ada kekhawatiran bahwa beberapa pengganti plastik berbasis tumbuhan dapat bersaing untuk penggunaan lahan untuk produksi pangan, yang dapat mengakibatkan dampak hilir yang lebih besar.

“Keyakinan bahwa plastik biodegradable dan berbasis tumbuhan ini adalah solusinya, sayangnya memberikan gagasan bahwa kita telah memecahkan masalah, semuanya baik-baik saja, tetapi itu bukan kenyataannya,” kata Butler.

Beberapa Alternatif

Beberapa langkah kunci diperlukan agar alternatif berkelanjutan dapat menantang plastik dalam skala besar dan “merebut kembali pangsa pasar”, menurut UNCTAD.

1. Menyeimbangkan kembali tarif dan langkah-langkah non-tarif

2. Mengurangi risiko dalam pengadaan bahan non-plastik.

3. Berinvestasi dalam bahan-bahan baru, memberi penghargaan kepada mereka yang bermanfaat bagi lingkungan

Halaman 3 dari 4
Sebelumnya1234Selanjutnya
Tags: Krisis Polusi PlastikPBBRumput Lautsampah plastikUNCTAD
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Bahan Berbasis Rumput Laut Dapat Menjadi Pengganti Plastik

Next Post

Prodi Ilmu Kelautan UNG Terakreditasi Baik Hingga 2031

Postingan Terkait

Badai Tropis In-fa Terbentuk di Dekat Kepulauan Marshall

Badai Tropis In-fa Terbentuk di Dekat Kepulauan Marshall

25 Oktober 2026
6 Penghasil Emisi Gas Rumah Kaca Terbesar di Dunia, Salah satunya Indonesia

6 Penghasil Emisi Gas Rumah Kaca Terbesar di Dunia, Salah satunya Indonesia

25 Oktober 2026

Pemanasan Global Melampaui Perjanjian Paris

Dosen UNG Wakili Indonesia dalam Program Marikultur di Cina

Mahasiswa Asal Aljazair Bergabung di Prodi Sistem Informasi UNG

Topan Champi Terus Melemah di Laut Cina Timur

Mengindari Lonjakan Suhu dan Meminimalkan Dampak Perubahan Iklim

Topan Champi Menyebabkan Kantor dan Sekolah Tutup di Taiwan, Penerbangan Dibatalkan

Next Post
Prodi Ilmu Kelautan UNG Terakreditasi Baik Hingga 2031

Prodi Ilmu Kelautan UNG Terakreditasi Baik Hingga 2031

TERBARU

Badai Tropis In-fa Terbentuk di Dekat Kepulauan Marshall

6 Penghasil Emisi Gas Rumah Kaca Terbesar di Dunia, Salah satunya Indonesia

Pemanasan Global Melampaui Perjanjian Paris

Dosen UNG Wakili Indonesia dalam Program Marikultur di Cina

Mahasiswa Asal Aljazair Bergabung di Prodi Sistem Informasi UNG

Topan Champi Terus Melemah di Laut Cina Timur

AmsiNews

REKOMENDASI

Recovery Science How Athletes Maintain Peak Form Year-Round

Prodi Magister Administrasi Pendidikan Pascasarjana UNG Meraih Akreditasi Unggul

OceanX dan Peneliti Indonesia Temukan Deep-sea Coral Reefs

Kondisi 4 Gunung Api Status Siaga

Bunga Karang Raksasa, Salvador Dali, di Pulau Dulangka

Gempa M6,2 Menggucang Bolaang Mongondow Selatan

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.