Senin, November 2, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Gempa Cianjur Bukan di Sesar Cimandiri

redaksi
25 November 2022
Kategori : Berita
0
Gempa Darat di Cianjur Menewaskan Dua Warga

Kerusakan bangunan SDN Cugenang akibat gempabumi di Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat, Senin (21/11). FOTO: BPBD Kabupaten Cianjur/BNPB

Darilaut – Profesor Riset bidang Ilmu Kebumian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Danny Hilman Natawidjaja, mengatakan, gempa bumi Cianjur terjadi karena sumber gempa di darat dari satu sesar aktif di dekat Cianjur yang belum terpetakan sebelumnya. Sumber gempa ini belum diketahui sebelumnya.

“Memang dekat dengan jalur Sesar Cimandiri yang sudah dikenal sejak lama ya. Tapi itu bukan di Sesar Cimandiri,” kata Danny.

Menurut Danny, gempa tidak dapat diprediksi tapi persiapan itu yang harus kita lakukan baik di tata ruang ataupun yang lebih penting lagi adalah di kode bangunan, yaitu struktur bangunan yang tahan gempa.

“Kebanyakan kerusakan terjadi penyebabnya adalah struktur bangunan yang tidak tahan gempa. Strukturnya tidak baik,” ujar Danny.

Gempa susulan akan terjadi tetapi tidak akan berlangsung lama, diperkirakan hanya beberapa hari karena gempa tidak terlalu besar.

Gempa susulan adalah satu proses gempa-gempa kecil yang mengiringi gempa yang besarnya sebagai proses untuk kesetimbangan alam.

Peneliti dari Pusat Riset Kebencanaan Geologi Mudrik Rahmawan Daryono, mengatakan, gempa bumi di Cianjur pada awal terjadi diperkirakan berasal dari sisi sebelah Selatan yaitu dari sesar Cimandiri.

Gempa Cianjur mengindikasikan bahwa bukan bagian dari sesar Cimandiri. Jadi sesuatu sesar yang belum terpetakan.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: BRINGempa CianjurGempa DaratJawa BaratSesar Aktif
Bagikan7Tweet1KirimKirim
Previous Post

AMSI Award 2022, Ajang Penghargaan Untuk Media Siber Nasional dan Lokal Terbaik

Next Post

Gempa Cianjur, Tim Gabungan Akan Terus Mencari Koban Hilang

Postingan Terkait

Potensi Karhutla Awal November Risiko Tertinggi di Sebagian Wilayah Indonesia

Potensi Karhutla Awal November Risiko Tertinggi di Sebagian Wilayah Indonesia

1 November 2026
Sebaran Asap Lintas Batas Terdeteksi dari Papua Nugini ke Papua Selatan

Sebaran Asap Lintas Batas Terdeteksi dari Papua Nugini ke Papua Selatan

1 November 2026

Titik Panas Terbanyak di Sulawesi, Papua dan Maluku

Misi Pemantauan Laut Copernicus Sentinel-6

Satelit Altimetri Copernicus Melacak Kenaikan Permukaan Laut, Badai dan Fenomena El Niño

250 juta Hektare Daratan dan Perairan Dalam Proses Pemulihan

Topan Super In-fa Terletak di Dekat Kepulauan Mariana Utara

El Niño Sangat Kuat Mendorong Kekeringan, 4349 Titik Panas di Kalteng, Papua Selatan dan Sumsel

Next Post
Gempa Darat Cianjur, 62 Meninggal dan Ribuan Orang Mengungsi

Gempa Cianjur, Tim Gabungan Akan Terus Mencari Koban Hilang

Komentar tentang post

TERBARU

UNG Optimalkan Partisipasi Alumni

Potensi Karhutla Awal November Risiko Tertinggi di Sebagian Wilayah Indonesia

Sebaran Asap Lintas Batas Terdeteksi dari Papua Nugini ke Papua Selatan

Titik Panas Terbanyak di Sulawesi, Papua dan Maluku

Misi Pemantauan Laut Copernicus Sentinel-6

Satelit Altimetri Copernicus Melacak Kenaikan Permukaan Laut, Badai dan Fenomena El Niño

AmsiNews

REKOMENDASI

Siklon Anggrek Membawa Hujan Lebat dan Gelombang Laut di Indonesia

Masyarakat Tak Boleh Mendekati Gunungapi Anak Krakatau Radius 2 Kilometer

Satgas 115 Salah Satu Task Force yang Ditakuti

Potensi Hujan, Awan Cumulonimbus dan Gelombang Tinggi Pekan Depan

Hari Konservasi, Warga Bersihkan Sampah Plastik di Ujung Kulon dan Wakatobi

Peneliti UNG Mendorong Tata Kelola Kesehatan Menuju Emisi Nol Bersih

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.