Namun ini perlu dibarengi dengan manajeman ekowisata berbasis hiu paus yang ketat, ditunjang dengan regulasi kuat. Tidak hanya sebatas di atas kertas saja.
Tanpa manajeman yang baik dan dijalankan sesuai dengan pedoman perilaku akan memberi efek negatif terhadap hiu paus.
Karena itu, dalam menajemen pengelolaan hiu paus, banyak faktor yang dapat menunjang keberadaan satwa liar ini. Salah satunya, kemunculan ikan nike setiap akhir bulan Hijriah.
Ketua Kelompok Sadar Wisata Botubarani Wahab Matoka mengatakan, bila musim ikan nike, hiu paus pergi mencari makan di lokasi kumunculan ikan-ikan kecil tersebut.
Hingga saat ini belum terjadi persaingan hiu paus yang memangsa ikan-ikan kecil dengan para nelayan nike. Namun, pengelolaan ikan nike mulai dari hulu hingga hilir dan laut Gorontalo harus diutamakan untuk mempertahankan keberlanjutan spesies ini.
Menurut dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Negeri Gorontalo Dr Femy M Sahami, keberlanjutan dari komoditas perikanan nike akan sangat tergantung pada tindakan yang akan dilakukan ke depan.
“Supaya ikan nike tetap melimpah di perairan, maka perlu adanya komitmen. Ikan nike akan tetap ada jika induknya yang hidup di dalam aliran sungai tetap ada,” ujar Femy, Kamis (6/2).





Komentar tentang post