Untuk melakukan identifikasi spesies, Femy menggunakan pendekatan perbedaan pola melanofor. Kemudian dilakukan analisis secara morfometrik maupun molekuler.
“Studi mengenai morfometrik dan molekuler ini sangat penting dilakukan untuk mengetahui keragaman morfologi dan genetik ikan nike, serta untuk mengetahui hubungan kekerabatannya,” kata Femy yang baru mengikuti sidang Promosi Doktor dengan pembimbing Prof Dr Rene Charles Kepel, Dr Silvester Benny Pratasik dan Dr Abdul Hafidz Olii, di Rektorat Universitas Sam Ratulangi, Manado, Selasa (4/2).
Dengan demikian, akan mudah untuk mencari induknya, dan hasil penelitian ini dapat menjadi informasi penting yang dapat digunakan dalam peletakan dasar untuk pengelolaan ikan nike secara berkelanjutan.
Tidak setiap hari ada ikan nike. Ikan-ikan kecil ini bermunculan setiap akhir bulan dalam penanggalan tahun Hijriah di perairan Gorontalo, Teluk Tomini.
Adapun penelitian ini terhitung dari bulan Oktober 2018 hingga Oktober 2019. Lokasi pengambilan sampel di perairan laut teluk Gorontalo dan daerah aliran sungai Bone-Bolango.
Pengambilan sampel nike dilakukan di perairan laut Teluk Gorontalo sampai muara sungai, sedangkan sampel ikan goby dewasa dilakukan di Sungai Bone dan Sungai Bolango.
Selama proses penyelesaian disertasi tersebut, Femy telah mempresentasikan hasil temuan ini dalam seminar internasional. Antara lain, International Conference on Education, Science and Technology (ICESTech) di Padang, The 2nd International Conference on Fisheries, Aquatic and Environmental Sciences in Conjunction with The 6th Annual Conference of the Asian Society of Ichthyologist di Aceh dan International Conference 3rd KRIPIK SCIFIMAS 2019 “Sustainability of Aquatic Resourses and Environment for Better Life” di Purwokerto.





Komentar tentang post