Menurut Prof. Agus Saleh Atmadipoera dari IPB University, massa air dari Samudra Pasifik yang memasuki wilayah Indonesia melalui Laut Sulawesi tidak mengalir secara linier, melainkan mengalami pembelokan, percabangan, dan resirkulasi sebelum menuju Selat Makassar.
Kondisi ini menunjukkan kompleksitas sistem sirkulasi yang dipengaruhi oleh topografi dasar laut dan interaksi arus regional, kata Prof. Agus.
Keberadaan pusaran arus (eddy) di kawasan ini juga memicu proses upwelling dan downwelling yang berperan penting dalam distribusi nutrien dan produktivitas biologis laut.
Selain itu, variabilitas iklim global seperti fenomena El Niño–Southern Oscillation turut memengaruhi kekuatan dan distribusi Arlindo.




