Selasa, Juni 16, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Lautan Menyerap Lebih Sedikit CO2 Saat Suhu Global Meningkat

redaksi
18 Oktober 2025
Kategori : Berita, Iklim
0
Lautan Menyerap Lebih Sedikit CO2 Saat Suhu Global Meningkat

GAMBAR: WMO

“Ada kekhawatiran bahwa penyerap CO2 daratan dan lautan menjadi kurang efektif, yang akan meningkatkan jumlah CO2 yang tertinggal di atmosfer, sehingga mempercepat pemanasan global,” kata Oksana Tarasova, pejabat ilmiah senior WMO.

”Pemantauan gas rumah kaca yang berkelanjutan dan diperkuat sangat penting untuk memahami siklus ini.”

Emisi CO2 ke atmosfer tidak hanya berdampak pada iklim global saat ini, tetapi juga akan berdampak selama ratusan tahun karena masa hidupnya yang panjang di atmosfer.

Metana dan Dinitrogen Oksida

Metana menyumbang sekitar 16% dari efek pemanasan pada iklim kita akibat gas rumah kaca berumur panjang dan memiliki masa hidup sekitar sembilan tahun.

Sekitar 40% metana dipancarkan ke atmosfer oleh sumber alami (misalnya, lahan basah) yang juga sensitif terhadap iklim, dan sekitar 60% berasal dari sumber antropogenik seperti peternakan sapi, pertanian padi, eksploitasi bahan bakar fosil, tempat pembuangan sampah, dan pembakaran biomassa.

Konsentrasi metana rata-rata global pada tahun 2024 adalah 1942 bagian per miliar (ppb) – meningkat 166% di atas tingkat pra-industri (sebelum 1750).

Dinitrogen oksida adalah gas rumah kaca berumur panjang terpenting ketiga dan berasal dari sumber alami maupun akibat aktivitas manusia seperti pembakaran biomassa, penggunaan pupuk, dan berbagai proses industri.

Halaman 2 dari 3
Sebelumnya123Selanjutnya
Tags: Emisi gas rumah kacaKarbon DioksidaMetanaUNEP
BagikanTweetKirimKirim
Previous Post

Laju Kadar CO2 di Atmosfer Meningkat

Next Post

Badai Tropis Fengshen Terbentuk di Dekat Filipina

Postingan Terkait

Waspada Cuaca Ekstrem Berupa Peningkatan Curah Hujan dan Angin Kencang Hari Ini Hingga 16 Februari

Waspada Potensi Hujan dan Angin Kencang di Sebagian Wilayah Indonesia

16 Juni 2026
General Santos Paling Parah Terkena Dampak Gempa Sarangani di Mindanao

Korban Tewas Gempa Sarangani Menjadi 65 Orang

16 Juni 2026

Gempa Sarangani M7,8 Menghasilkan 6.144 Susulan

Gempa M6,2 Guncang Talaud

Selat Hormuz Akan Dibuka Kembali, Sekjen PBB Menyambut Baik Kesepakatan Damai AS-Iran

Fakultas Kedokteran UNG Komitmen Mendukung Penanggulangan Bencana

Bambu Dapat Memulihkan Ekosistem dan Pengendalian Erosi

Gempa Sarangani Mengakibatkan 54 Ribu Rumah Rusak di Mindanao, 249 di Sulawesi Utara

Next Post
Badai Tropis Fengshen Terbentuk di Dekat Filipina

Badai Tropis Fengshen Terbentuk di Dekat Filipina

TERBARU

Waspada Potensi Hujan dan Angin Kencang di Sebagian Wilayah Indonesia

Korban Tewas Gempa Sarangani Menjadi 65 Orang

Gempa Sarangani M7,8 Menghasilkan 6.144 Susulan

Gempa M6,2 Guncang Talaud

Selat Hormuz Akan Dibuka Kembali, Sekjen PBB Menyambut Baik Kesepakatan Damai AS-Iran

Fakultas Kedokteran UNG Komitmen Mendukung Penanggulangan Bencana

AmsiNews

REKOMENDASI

Islam Memberi Perhatian Terhadap Kelestarian Alam

Badai Tropis Nuri Terbentuk di Dekat Yap, Bawa Hujan di Maluku Utara dan Gelombang di Laut Maluku

Kuda Laut Komoditas Bernilai Ekonomi, 8 Spesies Diperdagangkan

Banyak Tantangan Mengurangi Limbah Merkuri

KPU Kabupaten Gorontalo Melantik Pengganti Antar Waktu PPK dan PPS

Minyak Hitam Cemari Pulau Bintan

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.