Rabu, Juli 15, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Peran Paus di Bumi, Bahkan Ketika Mati Masih Memberi Manfaat Bagi Kehidupan

redaksi
10 Juni 2022
Kategori : Berita, Orca
0
Paus Biru Usia 70 Tahun Terdampar di Teluk Kupang

Paus biru (Balaenoptera musculus) ditemukan terdampar di pantai Nun Hila, kawasan Taman Wisata Alam Laut Teluk Kupang, Kota Kupang, Selasa (21/7) sore. FOTO: KLHK

Darilaut – Paus dan lumba-lumba memiliki peran yang luar biasa dalam kehidupan di Bumi. Karena itu, kita perlu mengakhiri penangkaran, menghentikan perburuan paus, mencegah kematian pada alat tangkap, dan menciptakan laut yang sehat.

Paus memainkan peran luar biasa dalam ekosistem yang membuat setiap makhluk di Bumi tetap hidup, termasuk Anda!

Mengutip Us.whales.org, paus memainkan peran penting dalam ekosistem laut di mana mereka membantu menyediakan setidaknya setengah dari oksigen yang Anda hirup, memerangi perubahan iklim, dan mempertahankan stok ikan.

Bagaimana mereka melakukannya? Dengan memberikan nutrisi pada fitoplankton.

Melayang di laut bawah sinar matahari, hiduplah organisme mikroskopis. Tumbuhan mikroskopis yang hidup melayang atau mengapung di air dan memiliki gerak yang terbatas ini disebut fitoplankton.

Seperti tanaman di darat, fitoplankton membutuhkan energi matahari, air, karbon dioksida, dan nutrisi seperti besi dan fosfat untuk berfotosintesis. Sebuah proses yang memberi mereka makanan dan planet ini dengan oksigen dan sarana untuk melawan perubahan iklim.

Sebagai dasar jaring makanan laut, fitoplankton adalah komponen kunci dalam mempertahankan stok ikan dan saat mereka mengambil CO2, fitoplankton menyerap ratusan ribu ton karbon setiap tahun, membantu memerangi perubahan iklim.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: CetaceaFitoplanktonpausPerubahan Iklim
Bagikan28Tweet17KirimKirim
Previous Post

Penanganan Darurat Gempa Mamuju

Next Post

Konflik Regional di Lintas Batas Laut Arafura dan Laut Timor

Postingan Terkait

Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan UNG Dingatkan Memberikan Solusi Bagi Masyarakat

Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan UNG Dingatkan Memberikan Solusi Bagi Masyarakat

15 Juli 2026
448 Mahasiswa KKN UNG Berfokus Turunkan Angka Kematian Ibu dan Anak

448 Mahasiswa KKN UNG Berfokus Turunkan Angka Kematian Ibu dan Anak

15 Juli 2026

Perburuan Paus, Praktik Grindadráp di Kepulauan Faroe Berbeda dengan Lamalera

Konservasi Paus Berkelanjutan di Lamalera Laut Sawu Nusa Tenggara Timur

BRIN Bahas Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Hidup Masyarakat Adat Lamalera

Lamalera Spesialis Menangkap Paus Bergigi, Lamakera Tak Bergigi

Pendekatan Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Masyarakat Adat Lamalera

Kosmologi Penangkapan Paus di Lamalera NTT Selaras dengan Konservasi Integratif

Next Post
Kontainer Ikan Kurang di Merauke, Kemenko Kemaritiman: Tol Laut Perlu Digalakkan

Konflik Regional di Lintas Batas Laut Arafura dan Laut Timor

Komentar tentang post

TERBARU

Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan UNG Dingatkan Memberikan Solusi Bagi Masyarakat

448 Mahasiswa KKN UNG Berfokus Turunkan Angka Kematian Ibu dan Anak

Perburuan Paus, Praktik Grindadráp di Kepulauan Faroe Berbeda dengan Lamalera

Konservasi Paus Berkelanjutan di Lamalera Laut Sawu Nusa Tenggara Timur

BRIN Bahas Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Hidup Masyarakat Adat Lamalera

Lamalera Spesialis Menangkap Paus Bergigi, Lamakera Tak Bergigi

AmsiNews

REKOMENDASI

Frekuensi Kejadian Banjir Rob Meningkat

Dekade Terakhir 2,5 Juta Kematian Karena Tenggelam

Penggunaan Merkuri di Indonesia 13,94 –192,53 Ton/Tahun

Indonesia Terima Dana Hibah Rp 4,6 triliun Untuk Program AIDS, TBC dan Malaria

Aktivitas Perikanan Tangkap Sumbang Limbah Plastik di Lautan

Bibit Siklon Tropis 98W Berkembang di Utara Jayapura

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.