Di Kota Palu, jumlah korban luka masih tercatat dua orang, sedangkan di Kabupaten Poso terdapat satu warga yang mengalami luka-luka. Adapun di Kabupaten Parigi Moutong, sebanyak 21 kepala keluarga atau 40 jiwa dilaporkan terdampak.
Menyikapi sejumlah peristiwa bencana yang terjadi BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap berbagai potensi ancaman bencana.
Gempa Dangkal di Darat
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan gempa bumi tektonik M6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah pada (16/6) siang, jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar Sausu.
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki pergerakan turun (normal fault).
Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 1,03° LS – 120,24° BT, atau tepatnya berlokasi di darat 42 km Tenggara Palu, Sulawesi Tengah.
Gempa bumi ini terjadi pada pukul 10.27.44 WIB (10.27.44 Wita) dengan kedalaman 16 km.
Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 1,03° LS – 120,24° BT, atau tepatnya berlokasi di darat 42 km Tenggara Palu, Sulawesi Tengah.
Analisis BMKG mencatat, guncangan gempa bumi ini melanda sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah dengan tingkat intensitas yang bervariasi.
Warga di wilayah Palolo, Sigi, merasakan guncangan paling kuat pada skala VII MMI, sementara wilayah Torue dan Parigi Selatan menghadapi intensitas VI – VII MMI. Selain itu, guncangan berskala V – VI MMI meluas hingga ke Kota Sigi Biromaru dan Kota Palu, sedangkan Kota Poso, Donggala, serta Pasangkayu merasakan getaran pada skala IV – V MMI.



