Minggu, Agustus 16, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Lebih Dari 1500 Bangunan Mengalami Kerusakan Akibat Gempa M 7,7 di NTT

redaksi
16 Agustus 2026
Kategori : Berita
0
Lebih Dari 1500 Bangunan Mengalami Kerusakan Akibat Gempa M 7,7 di NTT

Kondisi bangunan Pelabuhan Laurens Say Maumere, NTT, setelag gempa gempa bumi magnitudo 7,7. FOTO: BPBD PROVINSI NTT

Darilaut – Lebih dari 1.500 bangunan, termasuk rumah dan fasilitas publik lainnya, mengalami kerusakan akibat gempa bumi magnitudo (M) 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8) pagi. Hingga Minggu (16/8) lebih 5.000 warga bertahan di pengungsian.

Sebanyak 1.357 rumah rusak berat, sedang dan ringan. Begitu pula dengan 167 fasilitas publik seperti sekolah dan perkantoran.

Data sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)  mencatat 914 unit rumah mengalami rusak berat, 126 rusak sedang, dan 317 rusak ringan. Kerusakan parah pada bangunan juga menimpa 93 fasilitas pendidikan, 36 fasilitas kesehatan, serta 38 kantor pemerintah.

Berdasarkan pemutakhiran data per Minggu (16/8) pagi, konsentrasi pengungsi terbesar di NTT saat ini di Kabupaten Sikka dengan total 3.356 jiwa. Mereka tersebar di GOR Samador sebanyak 1.356 jiwa dan mandiri 2.000 jiwa di 10 titik pengungsian.

Di Kabupaten Manggarai, jumlah pengungsi mencapai  total 2.078 jiwa. Pengungsi lainnya juga dilaporkan bertahan di Nagekeo sebanyak 500 jiwa, dan dua wilayah di provinsi berbeda, yaitu Bima, hingga Kepulauan Selayar.

Pemenuhan hak-hak dasar dan logistik di pengungsian kini menjadi salah satu prioritas penanganan darurat. Para penyintas, khususnya di Kabupaten Manggarai, sangat membutuhkan bantuan mendesak berupa puluhan tenda darurat, 30 ton beras, obat-obatan, 1.000 selimut, 1.000 velbed, 1.000 lembar tikar, pasokan air bersih (tandon), hingga genset.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: BNPBGempa NTTNusa Tenggara Timur
BagikanTweetKirimKirim
Previous Post

SDN 11 Telaga Raih Juara Umum Pramuka

Postingan Terkait

SDN 11 Telaga Raih Juara Umum Pramuka

SDN 11 Telaga Raih Juara Umum Pramuka

16 Agustus 2026
Gempa M 5,1 Guncang Manggarai NTT

Gempa M 5,1 Guncang Manggarai NTT

16 Agustus 2026

462 Buildings Damaged and 47 People Dead Following Magnitude 7.7 Earthquake in East Nusa Tenggara

Gempa NTT,  462 Bangunan Rusak, 47 Orang Meninggal Dunia

Sejumlah Fasilitas Pendidikan Rusak Akibat Gempa M 7,7 di Nusa Tenggara Timur

Gempa Teluk Tomini M 6,2 Dirasakan di Sulawesi Tengah, Gorontalo Hingga Kalimantan Timur

47 Orang Meninggal Dunia dan Ratusan Bangunan Rusak Akibat Gempa M 7,7 di NTT

Gempa Kuat M 6,2 di Pesisir Teluk Tomini Guncang Sulawesi Tengah dan Gorontalo

TERBARU

Lebih Dari 1500 Bangunan Mengalami Kerusakan Akibat Gempa M 7,7 di NTT

SDN 11 Telaga Raih Juara Umum Pramuka

Gempa M 5,1 Guncang Manggarai NTT

462 Buildings Damaged and 47 People Dead Following Magnitude 7.7 Earthquake in East Nusa Tenggara

Gempa NTT,  462 Bangunan Rusak, 47 Orang Meninggal Dunia

Sejumlah Fasilitas Pendidikan Rusak Akibat Gempa M 7,7 di Nusa Tenggara Timur

AmsiNews

REKOMENDASI

Bibit Siklon Tropis 92W Berada di Utara Timur Laut Jayapura

Dugong 2,6 Meter Terdampar di Tolitoli

Pangkoarmada I Resmikan Pabrik Pengolahan Rumput Laut

Shanghai Bersiap Menghadapi Topan Bebinca, 377 Ribu Orang Direlokasi

Indonesia Tetapkan 5,75 Juta Hektare Kawasan Konservasi Hiu dan Pari

Badai Tropis Parah Wutip Mendarat di Pesisir Barat Pulau Hainan

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.