Di tengah upaya pencarian dan pertolongan yang terus berlangsung, badan-badan PBB telah mulai melakukan penilaian terhadap kebutuhan jangka panjang, termasuk perlindungan bagi lebih dari 22.000 anak, kata Dujarric.
Namun, masih ada kesulitan menjangkau wilayah yang paling parah terdampak.
Akses tetap menjadi hambatan terbesar dalam upaya penanganan bencana, menurut badan bantuan darurat PBB, OCHA.
Jalan raya hanya dapat dilalui hingga wilayah Nuwakot, sementara beberapa ruas jalan yang menghubungkan Kathmandu dengan wilayah-wilayah yang paling parah terdampak masih tertutup total. Pasokan listrik telah pulih di beberapa wilayah.
Pemerintah Nepal telah mengerahkan lebih dari 20.000 personel pencarian dan penyelamatan serta menetapkan status darurat banjir di 15 wilayah administratif (kotamadya), kata Dujarric.
Peningkatan Bantuan
Pada saat yang sama, juru bicara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tarik Jašarević, menyatakan bahwa kondisi penampungan yang terlalu padat serta terganggunya layanan air, sanitasi, dan kesehatan meningkatkan risiko wabah penyakit menular.
Penilaian terbaru dari OCHA juga menunjukkan gambaran serius mengenai kebutuhan kemanusiaan, termasuk perkiraan kebutuhan perawatan bagi sekitar 2.600 anak balita yang mengalami severe wasting (kondisi sangat kurus akibat kekurangan gizi akut) serta sekitar 10.500 ibu hamil dan menyusui yang membutuhkan bantuan nutrisi.




