Darilaut – Umat manusia menghasilkan hingga 2,3 miliar ton limbah padat perkotaan setiap tahunnya. Dunia menghadapi tantangan limbah makanan yang semakin meningkat, di tengah ratusan juta orang di seluruh dunia menghadapi kelaparan.
Lebih dari satu miliar ton makanan terbuang – 19 persen dari seluruh makanan yang tersedia bagi konsumen, sementara 13 persen hilang setelah panen dan sebelum dijual di pasaran.
Sebagian besar pemborosan makanan terjadi di dalam rumah tangga (60 persen), diikuti oleh layanan makanan (28 persen) dan ritel (12 persen), dengan rumah tangga saja membuang lebih dari satu miliar makanan setiap hari.
Hari Tanpa Sampah Internasional (International Day of Zero Waste) tahun ini berfokus pada limbah makanan. Apa yang kita makan, apa yang kita buang, dan bagaimana kita dapat mengurangi limbah makanan sebagai jalan menuju perlindungan lingkungan, stabilitas ekonomi yang lebih besar, ketahanan komunitas yang lebih kuat, dan sistem pangan yang lebih mudah diakses dan efisien.
Pada tahun 2022, Turki, bersama dengan 105 Negara Anggota lainnya, mengajukan resolusi Majelis Umum PBB yang mengarah pada peringatan Hari Tanpa Sampah (Limbah) Internasional.
Ibu Negara Turki, Emine Erdoğan, mengatakan, dalam setiap suapan yang terbuang terdapat hak seseorang yang hidupnya bergantung padanya. “Itu juga mengandung gema tangisan mereka yang menderita kelaparan dan kehausan di zona perang. Janganlah kita lupa bahwa seluruh umat manusia menanggung biaya kehilangan dan pemborosan makanan,” kata Emine Erdoğan dalam pesan videonya untuk Hari Tanpa Sampah Internasional.




