Minggu, Mei 31, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

LIPI Sosialisasi Aplikasi Seagrass Carbon Converter

redaksi
8 Oktober 2020
Kategori : Berita
0
Hari Konservasi, Ada yang Tanam Lamun, Mangrove dan Bersihkan Sampah

Padang lamun (seagrass). FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Pusat Penelitian Oseanografi (P2O) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melakukan diseminasi (sosialisasi) aplikasi berbasis web bernama Seagrass Carbon Converter (SCC).

Menurut peneliti P2O LIPI, A’an Johan Wahyudi, aplikasi SCC dibuat dengan mengacu pada rumus untuk mengubah nilai biomassa, kepadatan dan presentase tutupan lamun menjadi nilai stok karbon dan serapan.

Dalam acara lokakarya daring bertajuk “Dissemination on The Scientific Basis of The Seagrass carbon Converter (SCC), September lalu, A’an mengatakan, aplikasi dapat diakses melalui tautan http://scc.oseanografi.lipi.go.id.

Lokakarya interaktif ini memberikan gambaran mendalam kepada para peserta tentang bagaimana cara menginput data lamun ke aplikasi berbasis web SCC.

SCC diharapkan dapat menjadi alternatif yang memudahkan pemangku kepentingan terkait di Indonesia, dalam hal pelaporan potensi keseimbangan karbon biru ekosistem lamun yang dapat bermanfaat dalam pencapaian target penurunan emisi karbon.

Menurut A’an, laporan seperti itu biasanya secara rutin diminta oleh sekretariat PRK (Pembangunan Rendah Karbon) untuk dipantau dan dievaluasi terkait dengan target pengurangan emisi karbon.

Pengembangan aplikasi, kata A’an, dengan menggunakan metode MRV (measurement, reporting, and verification), untuk menghitung pengurangan emisi karbon dari kegiatan Perlindungan Ekosistem Lamun di Kawasan Konservasi Laut.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: Karbon BiruLamunP2O LIPIpenyerap karbon
Bagikan18Tweet3KirimKirim
Previous Post

Sering Dilanda Banjir, BNPB Rekomendasi Gorontalo Membuat Kajian Sistem Drainase

Next Post

Berapa Stok Karbon di Padang Lamun Indonesia?

Postingan Terkait

Tuan Rumah Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 Azerbaijan, 2027 Serbia

Tuan Rumah Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 Azerbaijan, 2027 Serbia

30 Mei 2026
Jangmi Meningkat Menjadi Badai Tropis Parah, Berdampak Terhadap Kondisi Cuaca di Sulawesi Utara

Badai Tropis Parah Jangmi Akan Menguat Menjadi Topan di Laut Filipina

30 Mei 2026

Temuan Penting Laporan Terbaru WMO

Lebih Banyak Rekor Suhu Terpanas Global di Masa Depan

UNG Menyembelih 21 Hewan Kurban

Banjir Gorontalo Utara, Tim Gabungan Bersihkan Lumpur dan Buka Akses Jalan

Sudah 17 Kali Kongo Menghadapi Virus Ebola

WHO Menyerukan Gencatan Senjata di Tengah Wabah Ebola di Kongo

Next Post
Berapa Stok Karbon di Padang Lamun Indonesia?

Berapa Stok Karbon di Padang Lamun Indonesia?

Komentar tentang post

TERBARU

Tuan Rumah Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 Azerbaijan, 2027 Serbia

Badai Tropis Parah Jangmi Akan Menguat Menjadi Topan di Laut Filipina

Temuan Penting Laporan Terbaru WMO

Lebih Banyak Rekor Suhu Terpanas Global di Masa Depan

UNG Menyembelih 21 Hewan Kurban

Banjir Gorontalo Utara, Tim Gabungan Bersihkan Lumpur dan Buka Akses Jalan

AmsiNews

REKOMENDASI

KPU Kabupaten Gorontalo Sinkronisasi Daftar Pemilih dan Persiapan Penetapan DPT

Modal Penting dalam Penelitian Bersama

Indonesia Berhadapan Dengan Kompleksitas Meteorologi, Iklim dan Cuaca

Gempa Darat di Tapanuli Utara Karena Sesar Besar Sumatra Bergeser

Malapetaka Plastik: Risiko Bagi Kesehatan dan Membuat Iklim Tidak Stabil

Badai Siklon Biparjoy Meninggalkan Pesisir Gujarat Tanpa Listrik

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.