Kepala Basarnas Marsdya TNI Bagus Puruhito mengatakan selain operasi SAR Pesawat Sriwijaya Air SJ-182, Basarnas bersama TNI, Polri, dan potensi SAR, juga sedang melaksanakan operasi SAR tanah longsor cukup besar yang melanda kawasan Sumedang.
“Kami meminta doa dari masyarakat, agar pelaksanaan operasi yang dilaksanakan oleh Basarnas, TNI, Polri, dan potensi SAR, dapat berjalan dengan baik,” kata Kabasarnas.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menginformasikan hujan masih berpotensi terjadi, khususnya di puncak musim hujan pada Januari hingga Februari 2021. Mengantisipasi hujan dan longsor susulan, tim SAR gabungan melakukan identifikasi lokasi terdampak di Desa Cihanjuang.
BPBD Provinsi Jawa Barat dan BPBD Kabupaten Sumedang melakukan kaji cepat rumah-rumah yang harus dikosongkan. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) membantu proses identifikasi potensi longsor susulan di lapangan.
Tim lainnya telah mengantisipasi lokasi genangan yang berpotensi memicu longsor di sekitar rumah warga. Warga yang rumahnya harus dikosongkan telah difasilitasi oleh BPBD dengan mengaktifkan pos pengungsian.
Sebagian warga mengungsi di SD Fathimah Azzahra, sedangkan Sebagian lain berada di pos pengungsian yang berlokasi di lapangan Taman Burung, perumahan SBG, Pos pengungsian dilengkapi toilet portabel dan suplai air bersih.





Komentar tentang post