Data BNPB, selain 134 unit rumah terendam, dilaporkan sebanyak 134 KK atau 377 warga terdampak.
Tercatat sebanyak satu fasilitas ibadah, satu fasilitas pendidikan, 5 ha persawahan juga ikut terendam serta tiga unit jembatan hanyut terbawa arus.
Kabupaten Barru
Banjir dan longsor terjadi di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, pada Jumat (20/12). Wilayah yang terdampak banjir melanda sejumlah desa di tujuh kecamatan.
Daerah tersebut yaitu Kecamatan Tanete Rilau (8 desa), Mallusetasi (6), Barru (6), Tanete Riaja (6), Balusu (4), Soppeng Riaja (2) dan Pujananting (1). Lebih dari 17.000 KK terdampak banjir di tujuh kecamatan tersebut. Selain populasi terdampak, Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB melaporkan satu warga meninggal dunia akibat banjir.
Data BNPB pada Senin (23/12), jumlah penduduk terdampak 17.209 KK atau 55.662 jiwa.
Selain itu, tanah longsor juga melanda beberapa titik di Kabupaten Barru yang dilanda banjir. Titik longsor ditemui di sejumlah desa di 6 kecamatan, yaitu Kecamatan Mallusetasi, Soppeng Riaja, Balusu, Tante Rilau, Tanete Riaja dan Pujananting.
Sebagaian besar akses jalan yang terdampak longsor belum tertangani sehingga aksesibilitas warga masih terhambat. Bencana tanah longsor ini berdampak pada 1.122 KK atau 3.911 jiwa.




