Jumat, November 6, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Lukisan Pulau Muna Merekam Tradisi Maritim dan Narasi Hidup Dari 67.800 Tahun Lalu

redaksi
26 Januari 2026
Kategori : Berita
0
Lukisan Pulau Muna Merekam Tradisi Maritim dan Narasi Hidup Dari 67.800 Tahun Lalu

Gambar cadas tertua di dunia berupa cap tangan manusia berusia 67.800 tahun di Pulau Muna, Sulawesi Tenggara. FOTO: BRIN

“Ini kondisi guanya, kami sudah membuat model 3D. Dan memang di Metanduno itu didominasi oleh gambar-gambar penutur Austronesia,” ujarnya.

Berbeda dengan situs seni cadas tertua yang umumnya berupa cap tangan prasejarah, Metanduno justru memperlihatkan fase budaya yang lebih muda, ketika manusia telah mengenal pelayaran, domestikasi, dan perburuan terorganisasi.

Tradisi Maririm

Dalam panel Metanduno, Adhi menunjukkan adanya figur hewan berukuran besar yang menyerupai kuda atau sapi, disertai gambar-gambar perahu sebagai bukti kuat tradisi maritim masyarakat di masa lalu.

Salah satu yang paling besar terlihat seperti gambar kuda atau sapi besar. Lalu ada ”gambar perahu, ini bukti-bukti maritim,” kata Adhi. Ada juga domestikasi dan adegan perburuan.

Tidak hanya hewan, figur manusia juga mendominasi panel. Kebanyakan ada figur manusia dan panel penanggalannya berada di bagian kanan, di langit-langit gua, kata Adhi.

Beberapa gambar kini tertutup lapisan mineral (koraloid) dan warna coklat, namun narasinya masih dapat dikenali.

“Ada gambar seperti ayam, ada orang naik kuda mungkin sambil memegang parang. Ada juga figur warna hitam di sana,” ujarnya.

Menurut Adhi, gambar cadas di Metanduno memperlihatkan bahwa seni prasejarah bukan sekadar ekspresi visual, tetapi juga arsip sosial yang merekam cara manusia berinteraksi dengan alam, hewan, teknologi, dan sesamanya.

Halaman 2 dari 4
Sebelumnya1234Selanjutnya
Tags: Adhi Agus OktavianaBRINGriffith UniversityProf. Maxime AubertPulau MunaSitus Leang MetandunoSulawesi TenggaraTradisi Maritim
Bagikan17Tweet10KirimKirim
Previous Post

Penarikan AS dari WHO Berisiko Bagi Keselamatan Global

Next Post

Gambar Cadas Tertua di Pulau Muna Petunjuk Jalur Migrasi Manusia di Asia–Pasifik

Postingan Terkait

KLHK dan IPB University Ujicoba Alat Pengukur Tinggi Gelombang

Dunia Menuju Kondisi Melampaui Ambang Batas 1,5°C

5 November 2026
Peringatan Hari Konservasi di Bontang Mangrove Park

Dana Adaptasi Iklim Belum Cukup di Tengah Pemanasan Global yang Melampaui 1,5°C

5 November 2026

Mengukur dan Memprediksi Perubahan Permukaan Laut

Komisi Oseanografi Terbitkan Kerangka Kerja Pengamatan Permukaan Laut Global

Kelompok Talin di Raja Ampat Kembangkan Potensi Kelapa Kampung

Dosen UNG Perkuat Kapasitas Teknologi Marikultur di Cina

Tsunami dan Titik Rawan Bencana Multi-bahaya Beruntun di Wilayah Pesisir Cincin Api Pasifik

Tsunami Dahsyat Dari Dekat Semenanjung Kamchatka Rusia

Next Post
Gambar Cadas Tertua di Pulau Muna Petunjuk Jalur Migrasi Manusia di Asia–Pasifik

Gambar Cadas Tertua di Pulau Muna Petunjuk Jalur Migrasi Manusia di Asia–Pasifik

TERBARU

Mengapa Anak Muda Selalu Kalah dalam Politik Gorontalo?

Dunia Menuju Kondisi Melampaui Ambang Batas 1,5°C

Dana Adaptasi Iklim Belum Cukup di Tengah Pemanasan Global yang Melampaui 1,5°C

Mengukur dan Memprediksi Perubahan Permukaan Laut

Komisi Oseanografi Terbitkan Kerangka Kerja Pengamatan Permukaan Laut Global

Kelompok Talin di Raja Ampat Kembangkan Potensi Kelapa Kampung

AmsiNews

REKOMENDASI

Typhoon Dujuan Near Tokyo

Depresi Tropis Terletak di Timur Taiwan

Gempa M 5,5 Guncang Gorontalo

Pemda Berperan dalam Percepatan Pembangunan Provinsi Kepulauan

Kebun Raya Sebagai Science Center dan Sumber Pendapatan Asli Daerah

Kisah Nelayan Ban Penangkap Lobster

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.