Namun, ekosistem ini berada di bawah tekanan yang semakin besar akibat deforestasi, penangkapan ikan berlebihan, dan perubahan iklim.
Zona pesisir mendukung lebih dari 75% populasi lokal dengan menyediakan, misalnya, spesies laut untuk perikanan atau hasil hutan non-kayu yang berharga.
Proyek baru ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan ekosistem dan masyarakat melalui solusi berbasis alam, yang secara konvensional disebut sebagai adaptasi berbasis ekosistem.
Berkoordinasi erat dengan Direktorat Regional untuk Lingkungan dan Pembangunan Berkelanjutan (DREDD), proyek ini akan mendukung struktur pengelolaan zona pesisir terpadu, meningkatkan koordinasi adaptasi nasional dan lokal, serta menyediakan perangkat dan rencana yang telah direvisi untuk mengintegrasikan EbA di tingkat regional dan kota.
Inisiatif ini akan memulihkan 3.000 hektar hutan bakau dan hutan pesisir serta merehabilitasi 2.000 hektar daerah aliran sungai (DAS) yang terdegradasi menggunakan pendekatan berbasis masyarakat.
Selama proyek berlangsung, hampir 100.000 orang diperkirakan akan mendapatkan manfaat langsung dari intervensi adaptasi berbasis ekosistem.
Inisiatif ini juga akan mendukung pembentukan 20 bisnis berbasis ekosistem, dengan fokus pada pemberdayaan perempuan dan pemuda melalui akses pelatihan, dukungan teknis, dan peralatan.




