Selain itu, meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam pengelolaan limbah menjadi produk yang bermanfaat, sekaligus mengurangi dampak lingkungan dari limbah-limbah pertanian dan peternakan.
Batang jagung kering hasil panen masyarakat yang sudah tidak dimanfaatkan, kandungannya kaya akan bahan organik yang dapat diolah menjadi pupuk organik berupa kompos.
Pupuk ini sangat berperan dalam siklus produksi tanaman, bermanfaat bagi tanah dan tanaman dalam hal memperbaiki struktur dan Ph tanah, serta meningkatkan kehidupan mikroba dan unsur mikro tanah.
Dalam proses pembuatannya, mahasiswa KKN UNG Desa Banuroja mencampur limbah peternakan dan limbah pertanian dengan cairan EM4, yang berperan penting dalam mempercepat proses dekomposisi atau penguraian bahan-bahan organik.
“Pencampuran yang tepat antara limbah peternakan, limbah pertanian, dan cairan EM4 memungkinkan proses penguraian berlangsung lebih cepat,” kata Siti Nurhaliza, koordinator program.
Pupuk organik yang telah berhasil dibuat oleh mahasiswa KKN dengan kurun waktu 2 minggu ini telah diimplementasikan pada tanaman jeruk milik warga Desa Banuroja dan akan dilihat kembali perkembangannya dengan jarak waktu 2 minggu.
Harapannya dengan adanya pupuk limbah yan dibuat oleh mahasiswa KKN UNG dapat membantu meringankan beban para petani Desa Banuroja yang kesulitan dalam memperoleh pupuk. (Novita J. Kiraman)




