Menurut Surya, menjaga kelestarian mangrove sejatinya merupakan upaya melindungi kehidupan manusia itu sendiri. Mangrove yang ditanam hari ini akan menjadi benteng alami bagi masyarakat pesisir di masa mendatang, sekaligus berkontribusi dalam menjaga keseimbangan ekologi dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi warga sekitar.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa. Mangrove memiliki manfaat jangka panjang yang sangat besar bagi kehidupan pesisir,” ujar Surya.
Aksi lingkungan yang digagas mahasiswa ini mendapat apresiasi langsung dari pimpinan Universitas Negeri Gorontalo. Rektor UNG melalui Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Amir Arham, M.E., turut hadir di lokasi kegiatan untuk memberikan dukungan dan motivasi kepada para mahasiswa.
Prof. Amir menilai kegiatan penanaman mangrove tersebut sebagai wujud nyata peran mahasiswa dalam menjawab tantangan isu keberlanjutan lingkungan. Ia menegaskan bahwa UNG terus mendorong aktivitas kemahasiswaan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.
“Kegiatan ini mencerminkan kepedulian dan kepekaan sosial mahasiswa UNG terhadap kelestarian alam. Kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, dan berbagai pihak perlu terus diperkuat agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.”




