Prof. Eduart juga menyoroti pentingnya pertukaran pelajar dan kolaborasi riset antara kedua negara. Jumlah mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Jepang terus meningkat, begitu pula mahasiswa Jepang yang melanjutkan studi di Indonesia.
“Ke depan, kolaborasi ini perlu ditingkatkan dalam bentuk kerja sama riset yang lebih spesifik, terutama dalam menjawab isu-isu strategis global yang melibatkan kepentingan kedua negara,” kata Prof. Eduart, yang juga Rektor Universitas Negeri Grontalo (UNG).
“Kemitraan ini sebaiknya tidak hanya simbolis, tapi juga mampu memberikan dampak langsung pada peningkatan mutu pendidikan tinggi di Indonesia.”
Selama tiga hari pelaksanaan forum, peserta mengikuti serangkaian kegiatan diskusi tematik, kunjungan lapangan, serta pemaparan hasil riset kolaboratif. Tiga topik utama menjadi fokus pembahasan, yaitu isu lingkungan, tata kelola sosial, serta isu-isu strategis saat ini.
Dalam sambutan pembukaan, Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Jamaluddin Jompa menyampaikan apresiasi terhadap kepercayaan yang diberikan kepada Unhas sebagai tuan rumah forum.
Prof. Jamaluddin menjelaskan pentingnya kolaborasi lintas negara untuk menjawab tantangan pendidikan di era globalisasi.
“Forum ini merupakan kesempatan emas bagi perguruan tinggi untuk berdiskusi menemukan solusi bersama atas isu-isu pendidikan tinggi yang kita hadapi saat ini, serta membangun kerja sama strategis antara Jepang dan Indonesia dalam bidang riset dan pengembangan akademik,” ujarnya.




