Minggu, September 6, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Ini Cara Memanggil Dugong di Alor

redaksi
6 Agustus 2019
Kategori : Berita, Travel
0
Ini Cara Memanggil Dugong di Alor

Dugong (Dugong dugon). FOTO: KEMENTERIAN PARIWISATA

ONESIMUS La’a mengurangi laju perahu. Secara perlahan deru mesin dikurangi, kemudian dimatikan

Di perairan pantai Mali, Onesimus, pawang dugong, mulai menanggil mamalia laut yang juga dikenal dengan sebutan duyung itu.

“Bu lamoli go, mao, hao. Oooo War, Mawar cepat kesini ooo war, ada tamu dari Jakarta ni ooo,” suara Onesimus terdengar.

Tak lama berselang, dugong dengan panggilan “Mawar” ini muncul di permukaan laut.

Mamalia laut dengan nama ilmiah Dugong dugon yang bertubuh besar ini, berenang mengelilingi perahu. Dugong ini berenang di permukaan, dekat perahu. Lamanya, lebih kurang 7 sampai 10 menit.

Inilah salah satu atraksi di perairan pantai Mali. Memanggil dugong.

Keberagaman biota laut di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, yang berjuluk “Bumi Kenari” itu menjadi daya tarik wisatawan untuk melancong ke sana.

Lokasi ini tak jauh dari Bandar Udara Mali. Wisatawan bisa menyaksikan satwa pemakan lamun itu.

FOTO: KEMENPAR

Persahabatan One –sapaan Onesimus– dengan dugong menjadi daya tarik pariwisata.

Persahabatan dengan dugong, terjadi ketika One selesai menanam mangrove di pesisir pantai Pulau Sika, pulau tak berpenghuni di daerah timur laut Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) sejak tahun 1999.

One menanam mangrove satu persatu. Setelah selesai menanam, One mengambil perahu.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: DuyungKabupaten AlorKementerian PariwisataWisata Dugong
Bagikan14Tweet8KirimKirim
Previous Post

Mengenal E-logbook dan Observer on Board

Next Post

Jaga Kelestarian Dugong, Bupati Alor Keluarkan Aturan

Postingan Terkait

150 Ribu Penumpang dan 467 Penerbangan Terdampak Akibat Letusan Gunung Anak Krakatau, 8 Bandara Ditutup

150 Ribu Penumpang dan 467 Penerbangan Terdampak Akibat Letusan Gunung Anak Krakatau, 8 Bandara Ditutup

6 September 2026
4 Bandara Ditutup Akibat Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

4 Bandara Ditutup Akibat Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

6 September 2026

BRIN Perkenalkan Sistem Deteksi Dini Karhutla Indonesia

Dentuman Gunung Anak Krakatau

Peneliti UNG Riset Kulit Jeruk Nipis Berpotensi Jadi Terapi Alami

Aroma Terapi Dari Minyak Atsiri Kulit Jeruk Nipis Dapat Redakan Kecemasan Ibu Hamil

Hurikan Lowell Mendekati Kepulauan Hawaii Sebagai Badai Kategori 4

Letusan Gunung Ibu Tercatat Sebanyak 1486 Kali

Next Post
Ini Cara Memanggil Dugong di Alor

Jaga Kelestarian Dugong, Bupati Alor Keluarkan Aturan

Komentar tentang post

TERBARU

150 Ribu Penumpang dan 467 Penerbangan Terdampak Akibat Letusan Gunung Anak Krakatau, 8 Bandara Ditutup

4 Bandara Ditutup Akibat Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

BRIN Perkenalkan Sistem Deteksi Dini Karhutla Indonesia

Dentuman Gunung Anak Krakatau

Peneliti UNG Riset Kulit Jeruk Nipis Berpotensi Jadi Terapi Alami

Aroma Terapi Dari Minyak Atsiri Kulit Jeruk Nipis Dapat Redakan Kecemasan Ibu Hamil

AmsiNews

REKOMENDASI

Gempa Sangat Kuat Dalam Sehari di NTT, Sumut dan Sulteng Tidak Saling Berkaitan

Tiga Mahasiswa Prodi Manajemen UNG Top 30 Global Finalists di Vietnam

Gempa Darat Susulan Masih Terus Mengguncang Palu dan Sigi

Terseret Ombak Parangtritis, Seorang Wisatawan Meninggal

Antara 2022-2026 Ada Peluang Menjadi Tahun Terpanas

BMKG Ingatkan Potensi Banjir Rob, Hujan Lebat dan Angin Kencang di Pulau Jawa

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.