Nugraheni yang juga Doktor lulusan Universitas Indonesia tersebut mengatakan analisis ini memberikan gambaran komprehensif tentang kondisi kesehatan di Indonesia, sesaat sebelum pandemi Covid-19 melanda.
Tak hanya itu, analisis ini juga menjelaskan mengenai kemanjuran kebijakan dan program kesehatan yang diterapkan di Indonesia yang mungkin tidak terdeteksi karena pandemi.
Menurut Nugraheni hasil studi ini menunjukkan empat (4) poin utama yang berhasil diungkap.
Pertama, dalam rentang tahun 1990-2019 terjadi penurunan probabilitas kematian sejak lahir hingga usia 20 dan 20 hingga 55 di semua provinsi, tetapi usia 55 hingga 90 tahun meningkat di enam provinsi.
“Angka harapan hidup laki-laki dan perempuan meningkat di seluruh Indonesia. Untuk laki-laki, terdapat peningkatan dari usia 62,5 menjadi 69,4, dengan perubahan positif sebesar 6,9 tahun. Untuk perempuan selama periode yang sama, angka harapan hidup meningkat dari usia 65,7 menjadi 73,5, meningkat 7,8 tahun,” katanya.
Bali memiliki angka harapan hidup tertinggi pada 2019 yaitu 75,4 tahun, sedangkan Papua terendah dengan 65,2, selisih 10,2 tahun.
Probabilitas kematian dari lahir hingga usia 20 dan dari 20 hingga 55 menurun di semua provinsi untuk kedua jenis kelamin, tetapi usia 55 hingga 90 tahun meningkat di Papua dan Maluku Utara.





Komentar tentang post