Kedua, hasil studi juga menunjukkan tingginya tekanan darah sistolik dan merokok/penggunaan tembakau termasuk di antara lima faktor risiko utama untuk semua provinsi.
Ketiga, malnutrisi pada anak dan ibu merupakan faktor risiko utama di tiga provinsi dan faktor risiko utama kedua di lima provinsi.
“Gizi buruk pada anak dan ibu merupakan faktor risiko utama untuk Kalimantan Utara, Gorontalo, dan Papua. Sementara faktor risiko utama kedua di Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Maluku, dan Maluku Utara,” ujarnya.
Keempat, hasil studi juga menunjukkan indeks massa tubuh yang tinggi merupakan faktor risiko utama di tiga provinsi dan faktor risiko utama kedua di lima provinsi.
“Indeks massa tubuh yang tinggi merupakan faktor risiko utama untuk Riau, Kepulauan Riau, dan Kalimantan Timur, dan faktor risiko utama kedua untuk Kepulauan Bangka-Belitung, Kalimantan Utara, Jakarta, Papua Barat, dan Papua,” kata Nugraheni.
Menurut Nugraheni analisis Global Burden of Disease (GBD) nantinya dapat digunakan untuk menilai kinerja sistem kesehatan. Penilaian ini di masa mendatang akan memerlukan penguatan jejaring riset antara penelitian, sumber data, dan pemangku kebijakan.
Selanjutnya, kata Nugraheni, literasi studi GBD perlu dibuat sampai dengan tingkat kabupaten dan kota. Sehingga perencanaan dan kebijakan yang lebih spesifik dapat diambil.





Komentar tentang post