Sabtu, Mei 2, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Mangrove Ditebang, Nelayan Terancam Kehilangan Mata Pencaharian

redaksi
27 Juli 2020
Kategori : Berita
0
Penebangan Mangrove, Nelayan Ujungmanik di Cilacap Resah

FOTO: DOK. DARILAUT.ID

Darilaut – Perluasan areal tambak dengan menebang mangrove masih terus terjadi di Ujungmanik dan kawasan pesisir selatan Cilacap lainnya.

Akibatnya, nelayan tradisional yang bergantung pada hasil tangkapan ikan di habitat mangrove terancam mata pencaharian.

“Nelayan di sini semua bergantung dari mangrove. Bila mangrove ditebang kami kehilangan mata pencaharian,” kata Suradi, nelayan di Desa Ujungmanik, Kawunganten, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Menurut Suradi, nelayan yang menangkap ikan di habitat mangrove ini seperti di Ujungmanik, Babakan dan Grugu. Nelayan umumnya menangkap kepiting bakau, udang windu, kakap putih, kakap merah dan kerang bakau.

Suradi mengatakan, nelayan tradisional sudah menyadari manfaat mangrove. Tapi alih fungsi mangrove menjadi lahan tambak ini yang menjadi masalah. Pernah ada mediasi antara nelayan dan petambak. Tapi kesepakatan tidak diindahkan petambak.

Selain perluasan areal tambak dengan menebang mangrove, dampak lingkungan lainnya adalah bau limbah dari budidaya udang vaname

“Kami nelayan tradisional sangat dirugikan,” ujar Suradi.

Penebangan mangrove yang makin meluas di Desa Ujungmanik meresahkan nelayan setempat. Perluasan lahan tambak dengan menebang mangrove ini sudah berlangsung dua tahun lebih.

“Mangrove semakin berkurang karena pembuatan tambak,” kata Suradi.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: Cilacapnelayan tradisionalPenebangan Mangrove
Bagikan4Tweet2KirimKirim
Previous Post

Sejumlah Satwa Endemik Maluku Dikembalikan di Habitatnya

Next Post

Perlindungan Ekosistem Mangrove

Postingan Terkait

Hari Internasional Untuk Pembelajaran Digital Berfokus Pada Pendidikan Publik

Dosen UNG Menyoroti Gagal Bayar Pinjol Kalangan Anak Muda

2 Mei 2026
60 Ribu Benih Ikan Dilepas di Sungai Poigar dan Mondaton Kabupaten Bolaang Mongondow

60 Ribu Benih Ikan Dilepas di Sungai Poigar dan Mondaton Kabupaten Bolaang Mongondow

1 Mei 2026

Krisis Selat Hormuz Mendorong Dunia Menuju Resesi

Ahli Desain Komunikasi Visual UNG: Banyak yang Meremehkan Pelanggaran Hak Cipta Visual dan Konten Jurnalistik

Melki Gani –  Fajri A. Kidjab Ketua dan Sekretaris Terpilih AMSI Gorontalo Periode 2026-2030

Mangrove Dapat Menyerap logam berat Merkuri

Mangrove Biofilter Alami Mengurai Limbah Budidaya Laut

ENSO dan IOD Kondisi Netral, Monsun Australia Melemah

Next Post
Perlindungan Ekosistem Mangrove

Perlindungan Ekosistem Mangrove

Komentar tentang post

TERBARU

Dosen UNG Menyoroti Gagal Bayar Pinjol Kalangan Anak Muda

60 Ribu Benih Ikan Dilepas di Sungai Poigar dan Mondaton Kabupaten Bolaang Mongondow

Krisis Selat Hormuz Mendorong Dunia Menuju Resesi

Ahli Desain Komunikasi Visual UNG: Banyak yang Meremehkan Pelanggaran Hak Cipta Visual dan Konten Jurnalistik

Melki Gani –  Fajri A. Kidjab Ketua dan Sekretaris Terpilih AMSI Gorontalo Periode 2026-2030

Mangrove Dapat Menyerap logam berat Merkuri

AmsiNews

REKOMENDASI

Ilmuwan Berhasil Membuat Peta Bulan yang Lebih Detail

Bibit Siklon Tropis 98P Melemah di Wilayah Utara Australia

World Oceans Day 2023, Sekjen PBB: Lautan Fondasi Kehidupan

Lima Sumber Utama Polusi Farmasi dan Dimensi Perubahan Iklim

Kemenhub Bagi Alat Keselamatan Kapal dan Pas Kecil

UNG Menambah Dua Guru Besar, Salah Satunya Pakar Pengelolaan DAS dan Lahan

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.