Kapolda mengatakan pihak kepolisian bertugas untuk melakukan pengamanan saat masyarakat menyampaikan aspirasinya. Namun di tengah aksi unjuk rasa, mulai tersebar berbagai macam isu yang berujung pada aksi anarkis.
“Kami sangat menyayangkan terjadinya insiden ini dan mengecam tindakan anarkis yang dilakukan oleh oknum massa pendemo yang tidak bertanggung jawab,” kata Presiden Direktur PT PETS dan PT GSM, Boyke Poerbaya Abidin, yang mengakibatkan terjadinya kerusakan tidak saja pada aset dan fasilitas di areal pioneer camp Pani Gold Project, tetapi juga fasilitas publik seperti kantor Bupati Pohuwato, DPRD Pohuwato, dan banyak lagi.
Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Pohuwato, KH. Abdullah Aniq Nawawi, dalam siaran pers, mendesak diadakannya mediasi terhadap para pihak oleh lembaga yang netral untuk menjaga daerah agar tetap kondusif.
“Meminta semua pihak menahan diri dan tidak memperpanjang tindakan kekerasan yang terjadi yang berasal dari pihak manapun,” ujarnya, ”Serta menegaskan bahwa tindakan kekerasan tidak dibenarkan dalam pandangan agama.”




