Penjabat Gubernur Gorontalo Ismail Pakaya, Kapolda Gorontalo Irjen Pol Angesta Romano Yoyol dan Bupati Pohuwato Saipul Mbuinga, pada Kamis malam memberikan keterangan pers kepada sejumlah wartawan.
Penjabat Gubernur Gorontalo meminta seluruh masyarakat di Pohuwato untuk menjaga Kota Marisa, “Apalagi fasilitas pemerintah yang dibakar adalah pusat pelayanan bagi masyarakat di Pohuwato,” kata Ismail Pakaya, saat memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan yang disiarkan secara langsung oleh Wartanesia.id melalui akun di media sosial.
“Walaupun kantor bupati yang menjadi pusat pelayanan sudah dibakar, bupati tetap melakukan layanan sebagaimana biasanya,” ujar Ismail, “dan akan mencari Gedung alternatif lain sebagai pusat pemerintahan di Kabupaten Pohuwato.”
Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Gorontalo Irjen Pol. Angesta Romano Yoyol, menjelaskan bahwa anggota pengamanan sudah melakukan tugasnya sesuai dengan prosedur.
Menurut Kapolda saat melalukan pengamanan anggota sudah sesuai dengan aturan dan prosedur operasi standar kepolisian. Personel gabungan Polda Gorontalo dan Polres Pohuwato yang diterjunkan untuk mengawal dan mengamankan aksi unjuk rasa, dari sejak awal hingga akhir demo, berpedoman pada SOP dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.




