Gamalama merupakan gunung api aktif yang tercatat sejarah letusannya sejak tahun 1538 dengan selang waktu erupsi antara 1 – 50 tahun.
Kegempaan Gunung Gamalama sejak bulan Januari 2023 didominasi oleh Gempa Tektonik jauh, Gempa Tektonik Lokal dan Gempa Vulkanik Dalam.
Kejadian Gempa Vulkanik Dalam umumnya terekam 2 – 3 kejadian per hari. Hembusan asap kawah umumnya teramati berwarna putih tipis hingga tebal dengan tinggi 5 – 300 meter di atas puncak.
Sejak 10 Maret 2015 tingkat aktivitas berada pada Level II.
Karakter erupsi umumnya terjadi di kawah pusat dengan prekursor erupsi yang relatif singkat. Erupsi terakhir terjadi pada tanggal 4 Oktober 2018, diawali dengan terekamnya 7 Gempa Vulkanik Dalam 1 jam sebelum terjadi erupsi. Tinggi kolom erupsi mencapai 250 meter dari puncak.
Sejak tanggal 1 Desember 2023 hingga 3 Januari 2024 terekam 34 kali gempa Hembusan, 57 kali gempa Vulkanik Dalam, 55 kali gempa Tektonik Lokal, 359 kali gempa Tektonik Jauh, dan 6 kali gempa Getaran Banjir.
Aktivitas hembusan kawah tanggal 1 Desember 2023 hingga 3 Januari 2024 teramati hembusan asap kawah putih tipis dengan tinggi 10 – 120 meter. Angin lemah-kencang ke arah utara, timur laut, timur, tenggara, selatan, barat daya dan barat laut.
Secara umum aktivitas Gunung Gamalama tanggal 1 Desember 2023 hingga 4 Januari 2024 pukul 06.00 WIT cenderung fluktuatif dan masih didominasi oleh Gempa Vulkanik Dalam, Gempa Tektonik Lokal, dan Gempa Tektonik Jauh yang berkaitan dengan aktivitas tektonik regional di sekitar kepulauan Halmahera.




