Jumat, Juni 19, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Mekanisme Pergerakan Geser Gempabumi Dangkal di Tapanuli Utara

redaksi
1 Oktober 2022
Kategori : Berita
0
Mekanisme Pergerakan Geser Gempabumi Dangkal di Tapanuli Utara

Jejak gempa susulan di Tapanuli Utara, Sumatra Utara setelah gempa M 5,8 Sabtu (1/10). GAMBAR: BMKG/TWITTER DARYONO

Darilaut – Gempabumi yang terjadi di Tapanuli Utara, Sumatra Utara, pada Sabtu (1/10) dinihari memiliki mekanisme pergerakan geser. Gempa dangkal ini berada di daratan.

Setelah terjadi gempabumi utama magnitudo (M) 6,0 (update 5,8) Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat telah terjadi 50 kali gempa susulan.

Menurut Koordinator Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daryono melalui akun Twitter @DaryonoBMKG laporan sementara gempabumi Tarutung M 5,8 ini menyebabkan satu korban meninggal dunia dan sembilan korban mengalami luka-luka.

Terdapat lima bangunan roboh dan beberapa bangunan mengalami kerusakan ringan.

Hingga Sabtu pukul 06.50 WIB tercatat 50 kali aktivitas gempa susulan.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat akibat adanya aktivitas Sesar Besar Sumatra segmen Renun.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip),” kata Daryono.

Gempa merusak di Tapanuli Utara merupakan jenis gempa kerak dangkal (shallow crustal earthquake).

Sejarah gempa merusak Segmen Renun Toru pernah terjadi pada 1916 (M 6,8); 1921 (7,0); 1984 (6,4); 1987 (6,6); 14 Juni 2011 (5,5) dan 1 Oktober 2022 (5,8).

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: BMKGGempa DaratGempa Tapanuli UtaragempabumiSumatera UtaraTapanuli Utara
Bagikan4Tweet2KirimKirim
Previous Post

Gempa Darat di Tapanuli Utara Karena Sesar Besar Sumatra Bergeser

Next Post

BPBD Masih Mendata Kerusakan Gempabumi Tapanuli Utara

Postingan Terkait

BMKG: Kombinasi El Nino dan IOD Positif Picu Kekeringan di Indonesia

Kemarau Meluas, Potensi Hujan Tetap Ada

19 Juni 2026
NTT Sentra Utama Produksi Rumput Laut Nasional

NTT Sentra Utama Produksi Rumput Laut Nasional

19 Juni 2026

UNG Perkuat Kapasitas Dosen Melalui Pendidikan Lanjutan

Gelar Pelatihan Jurnalisme Lingkungan, AMSI Perkuat Pemahaman Isu Perubahan Iklim dan Verifikasi Digital

Depresi Tropis Berkembang di Dekat Guam, Akan Menguat di Laut Filipina

Teknologi Menanam Bawang Merah di Pesisir

Korban Tewas Gempa Sarangani Bertambah Menjadi 78 Orang, 30 Hilang

703 Kali Gempa Susulan di Sulawesi Tengah

Next Post
Mekanisme Pergerakan Geser Gempabumi Dangkal di Tapanuli Utara

BPBD Masih Mendata Kerusakan Gempabumi Tapanuli Utara

Komentar tentang post

TERBARU

Kemarau Meluas, Potensi Hujan Tetap Ada

NTT Sentra Utama Produksi Rumput Laut Nasional

UNG Perkuat Kapasitas Dosen Melalui Pendidikan Lanjutan

Gelar Pelatihan Jurnalisme Lingkungan, AMSI Perkuat Pemahaman Isu Perubahan Iklim dan Verifikasi Digital

Depresi Tropis Berkembang di Dekat Guam, Akan Menguat di Laut Filipina

Teknologi Menanam Bawang Merah di Pesisir

AmsiNews

REKOMENDASI

Badai Daniel Mengubah Lanskap Libya Timur, Banjir Menewaskan 7000 Orang dan 13 Ribu Hilang

Bencana Alam 2021, Siklon Tropis Seroja dan Gempa Paling Banyak Korban Jiwa

Elkana Amarduan, 23 Tahun Merawat Rambu Suar di Perbatasan Indonesia – Australia

Tim Gabungan Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster

Topan Krosa Mendekati Tokyo

Perubahan Iklim Hasil Penggunaan Energi dan Lahan yang Tidak Berkelanjutan

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.