Sabtu, Agustus 8, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Mekanisme Pergerakan Geser Gempabumi Dangkal di Tapanuli Utara

redaksi
1 Oktober 2022
Kategori : Berita
0
Mekanisme Pergerakan Geser Gempabumi Dangkal di Tapanuli Utara

Jejak gempa susulan di Tapanuli Utara, Sumatra Utara setelah gempa M 5,8 Sabtu (1/10). GAMBAR: BMKG/TWITTER DARYONO

Darilaut – Gempabumi yang terjadi di Tapanuli Utara, Sumatra Utara, pada Sabtu (1/10) dinihari memiliki mekanisme pergerakan geser. Gempa dangkal ini berada di daratan.

Setelah terjadi gempabumi utama magnitudo (M) 6,0 (update 5,8) Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat telah terjadi 50 kali gempa susulan.

Menurut Koordinator Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daryono melalui akun Twitter @DaryonoBMKG laporan sementara gempabumi Tarutung M 5,8 ini menyebabkan satu korban meninggal dunia dan sembilan korban mengalami luka-luka.

Terdapat lima bangunan roboh dan beberapa bangunan mengalami kerusakan ringan.

Hingga Sabtu pukul 06.50 WIB tercatat 50 kali aktivitas gempa susulan.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat akibat adanya aktivitas Sesar Besar Sumatra segmen Renun.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip),” kata Daryono.

Gempa merusak di Tapanuli Utara merupakan jenis gempa kerak dangkal (shallow crustal earthquake).

Sejarah gempa merusak Segmen Renun Toru pernah terjadi pada 1916 (M 6,8); 1921 (7,0); 1984 (6,4); 1987 (6,6); 14 Juni 2011 (5,5) dan 1 Oktober 2022 (5,8).

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: BMKGGempa DaratGempa Tapanuli UtaragempabumiSumatera UtaraTapanuli Utara
Bagikan4Tweet2KirimKirim
Previous Post

Gempa Darat di Tapanuli Utara Karena Sesar Besar Sumatra Bergeser

Next Post

BPBD Masih Mendata Kerusakan Gempabumi Tapanuli Utara

Postingan Terkait

74 Mahasiswa Profesi Ners UNG Awali Langkah Menjadi Perawat Profesional

74 Mahasiswa Profesi Ners UNG Awali Langkah Menjadi Perawat Profesional

8 Agustus 2026
Topan Dolphin Berada Sangat Dekat dengan Pulau Okinawa Jepang

Topan Dolphin Berada Sangat Dekat dengan Pulau Okinawa Jepang

7 Agustus 2026

Dampak Kekeringan, Lebih Dari 15 Ribu Warga di Provinsi Gorontalo Sulit Air Bersih

Typhoon Dolphin Struck Japan’s Amami and Okinawa Islands

Topan Dolphin Menghantam Amami dan Okinawa Jepang, Bawa Angin Kencang dan Gelombang Tinggi

Alfred Russel Wallace Menganjurkan Penelitian Laut Dalam Indonesia

Topan Dolphin Akan Menerjang Okinawa dan Amami

Badai Tropis Kujira Mendarat di Luzon Utara, Filipina

Next Post
Mekanisme Pergerakan Geser Gempabumi Dangkal di Tapanuli Utara

BPBD Masih Mendata Kerusakan Gempabumi Tapanuli Utara

Komentar tentang post

TERBARU

74 Mahasiswa Profesi Ners UNG Awali Langkah Menjadi Perawat Profesional

Topan Dolphin Berada Sangat Dekat dengan Pulau Okinawa Jepang

Dampak Kekeringan, Lebih Dari 15 Ribu Warga di Provinsi Gorontalo Sulit Air Bersih

Typhoon Dolphin Struck Japan’s Amami and Okinawa Islands

Topan Dolphin Menghantam Amami dan Okinawa Jepang, Bawa Angin Kencang dan Gelombang Tinggi

Alfred Russel Wallace Menganjurkan Penelitian Laut Dalam Indonesia

AmsiNews

REKOMENDASI

Indonesia Terpilih Sebagai Anggota Dewan FAO Periode 2021-2024

Gurita Selimut Betina Ditemukan di Perairan Pohuwato, Gorontalo

Mahasiswa UNG Perkenalkan Cara Mengolah Limbah Tahu Ramah Lingkungan

Salju yang Tersisa di Puncak Jaya Papua

Bencana Alam Tahun 2022, Lebih Dari 1 Juta Jiwa Mengungsi

Konsumen Seafood Dunia Ingin Produk Perikanan Berkelanjutan

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.