Memantau Gunung Api dengan Citra Satelit

Aktivitas Gunungapi Anak Krakatau Jumat 10 April 2020, pukul 23.16 WIB. FOTO: VSI.ESDM.GO.ID

Darilaut – Indonesia memiliki gunung api aktif yang sangat banyak, sehingga citra satelit akan sangat penting.

Kebanyakan gunung api di indonesia tidak dimonitor secara instrumental untuk memantau faktor seperti kegempaan dan emisi gas. Karena itu, satelit dapat membantu untuk melakukan observasi berbasis darat yang tidak dapat dilakukan karena keterpencilan.

Salah satunya, Gunungapi Anak Krakatau. Kepulauan Krakatau terdiri atas beberapa pulau di antaranya Pulau Sertung, Pulau Panjang, Pulau Rakata, dan Pulau Gunungapi Anak Krakatau.

“Sekitar 6 juta orang tinggal dalam radius 100 km dari gunung api ini, sehingga monitoring sangat penting,” ujar dosen tamu Alessandro Novellino dari British Geological Survey , seperti dikutip dari Itb.ac.id.

Alessandro yang membawakan tema geologi, geokimia, dan geofisika dari gunung berapi dengan pemaparan bertajuk “Observing Volcanoes from Space” saat kuliah GL5002 Kapita Selekta I Teknik Geologi pada Kamis (30/9).

Satelit Multispektral digunakan untuk mengobservasi garis pantai, perubahan vegetasi, tsunami-trim line, serta pemetaan material erupsi. Radar digunakan untuk mengobservasi collapted area.

Menggunakan plumes elevation, bisa diestimasi parameter awan debu vulkanik dan laju erupsi, yang bisa digunakan menetapkan zona bahaya.

Perubahan garis pantai dapat dipengaruhi oleh material vulkanik. Material vulkanik mengalir ke arah pantai dan membuat endapan yang mempengaruhi garis pantai.

Satelit dimanfaatkan untuk melihat perubahan bentuk pulau dan mendeteksi material vulkanik. Perubahan vegetasi pada bibir pantai juga dapat disebabkan oleh tsunami yang disebabkan gempa vulkanik.

Selain itu, Alessandro juga menjelaskan mengenai British Geological Survey (BGS). Sejak 1835, BGS mengumpulkan data geologi dari seluruh dunia untuk keperluan sains dan riset yang dapat dimanfaatkan sektor akademik, pemerintah, dan swasta.

Aktivitas utama dari BGS adalah survei dan modeling geologi 3D, mineral dan limbah, hingga bencana alam.

Earth observation memanfaatkan remote sensor elektromagnetik tanpa menyentuh objek (Bumi).

Metode ini memanfaatkan radiasi matahari yang dipantulkan pada satelit untuk melakukan observasi pada bumi disebut remote sensor pasif, sementara metode lainnya adalah penangkapan sinyal pantulan yang ditransmisikan oleh satelit sebelumnya. EO adalah alat yang efektif secara waktu dan biaya, long-lasting, serta noninvasif.

Dekan FITB ITB Dr Irwan Meilano mengatakan materi tersebut sangat penting bagi Indonesia. Bahkan dengan monitoring yang ketat, aktivitas gunung api masih sulit diprediksi.

Exit mobile version