Praktik di Maladewa
Transisi dari koordinasi global menuju penerapan di lapangan menjadi nyata melalui berbagai kegiatan yang dilaksanakan di dalam negeri sepanjang tahun 2024 dan 2025, sebagai bagian dari inisiatif Global Ecosystems Atlas National Accelerator.
Salah satu kegiatan tersebut—misi lapangan yang dilakukan pada bulan September 2025—menjadi langkah krusial dalam pemetaan EFG Maladewa: beralih dari data hasil pemodelan menuju informasi yang telah divalidasi dan spesifik untuk wilayah tersebut.
Proses ini—yang dikenal sebagai ground-truthing (verifikasi lapangan)—sangatlah penting. Selama empat minggu, tim gabungan yang terdiri dari para ahli asal Maladewa dan peneliti internasional mengunjungi puluhan pulau serta lokasi pesisir.
Dengan menggunakan metodologi standar yang selaras dengan standar GET IUCN, mereka melakukan survei ekosistem secara sistematis.
Di setiap lokasi, tim mengidentifikasi jenis ekosistem yang dominan pada skala spasial tertentu, mencatat struktur vegetasi serta kondisi tanah dan air, menilai transisi ekosistem dan tanda-tanda gangguan, serta membandingkan kondisi yang teramati dengan klasifikasi berbasis citra satelit.
Proses ini memungkinkan validasi data secara langsung dan menyoroti area-area di mana klasifikasi memerlukan penyesuaian.



