Darilaut – Seperti halnya manuaia, paus pembunuh (killer whale) memiliki nenek (grandmothers).
Hasil penelitian ini berasal dari tiga populasi paus pembunuh yang berbeda dan terpisah di Pacific Northwest. Peran nenek adalah membantu keluarga bertahan hidup.
Dalam biologi evolusioner, ini hanya berlaku untuk betina pascamenopause.
Menopause dianggap telah berevolusi secara unik. Sebagian besar populasi hewan perlu bereproduksi hingga akhir hayatnya agar berhasil.
Namun, telah terbukti bahwa dengan menghentikan reproduksi, seorang nenek dapat meningkatkan peluang kelangsungan hidup keturunan anaknya. Ini yang dikenal sebagai “efek nenek”.
Sekarang diketahui bahwa beberapa spesies paus bergigi—termasuk paus pembunuh Residen (Penduduk) Selatan—juga mengalami menopause.
Melansir Wildorca.org, nenek orca tidak akan bersaing dengan anak-anak atau keturunannya. Nenek orca membantu menemukan dan berbagi makanan dengan anak-anaknya.
Untuk mendapatkan dan menemukan makanan, nenek orca menggunakan pengetahuan budaya dan ekologi yang diwarisinya.
Ketika makalah penelitian efek nenek Penduduk Selatan diterbitkan pada 2020, penulisnya mengkonfirmasi menopause pada populasi ini.
Namun ini belum dapat disimpulkan untuk semua populasi paus pembunuh.
Dalam studi baru ini, para peneliti kembali ke data yang dikumpulkan sejak awal 1970-an. Data ini pada tiga populasi paus pembunuh di Pacific Northwest: transien (Bigg’s) dan Penduduk Utara dan Selatan.





Komentar tentang post