Selasa, Juni 16, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Paus Pembunuh Punya Nenek

redaksi
30 Agustus 2021
Kategori : Berita, Orca
0
Paus Pembunuh Punya Nenek

Paus Pembunuh, killer whale. FOTO: WILDORCA.ORG

Darilaut – Seperti halnya manuaia, paus pembunuh (killer whale) memiliki nenek (grandmothers).

Hasil penelitian ini berasal dari tiga populasi paus pembunuh yang berbeda dan terpisah di Pacific Northwest. Peran nenek adalah membantu keluarga bertahan hidup.

Dalam biologi evolusioner, ini hanya berlaku untuk betina pascamenopause.

Menopause dianggap telah berevolusi secara unik. Sebagian besar populasi hewan perlu bereproduksi hingga akhir hayatnya agar berhasil.

Namun, telah terbukti bahwa dengan menghentikan reproduksi, seorang nenek dapat meningkatkan peluang kelangsungan hidup keturunan anaknya. Ini yang dikenal sebagai “efek nenek”.

Sekarang diketahui bahwa beberapa spesies paus bergigi—termasuk paus pembunuh Residen (Penduduk) Selatan—juga mengalami menopause.

Melansir Wildorca.org, nenek orca tidak akan bersaing dengan anak-anak atau keturunannya. Nenek orca membantu menemukan dan berbagi makanan dengan anak-anaknya.

Untuk mendapatkan dan menemukan makanan, nenek orca menggunakan pengetahuan budaya dan ekologi yang diwarisinya.

Ketika makalah penelitian efek nenek Penduduk Selatan diterbitkan pada 2020, penulisnya mengkonfirmasi menopause pada populasi ini.

Namun ini belum dapat disimpulkan untuk semua populasi paus pembunuh.

Dalam studi baru ini, para peneliti kembali ke data yang dikumpulkan sejak awal 1970-an. Data ini pada tiga populasi paus pembunuh di Pacific Northwest: transien (Bigg’s) dan Penduduk Utara dan Selatan.

Halaman 1 dari 4
12...4Selanjutnya
Tags: Killer WhaleMenopausePaus Menopausepaus orcaPaus Pembunuh
Bagikan2Tweet2KirimKirim
Previous Post

Rektor IPB: Penyu di Sulawesi Punya Pola Migrasi di Wilayah Pasifik

Next Post

Badai Ida Mendarat di Louisiana

Postingan Terkait

Dosen UNG Prof. Novianty Djafri: Pemimpin di Bidang Pendidikan Harus Menjadi Inspirator

Dosen UNG Prof. Novianty Djafri: Pemimpin di Bidang Pendidikan Harus Menjadi Inspirator

16 Juni 2026
La Nina, Monsun Asia dan Fenomena MJO Berpotensi Meningkatkan Curah Hujan di Indonesia

Pertengahan Juni Kemarau Menguat di Selatan, Hujan di Utara Indonesia

16 Juni 2026

Waspada Potensi Hujan dan Angin Kencang di Sebagian Wilayah Indonesia

Korban Tewas Gempa Sarangani Menjadi 65 Orang

Gempa Sarangani M7,8 Menghasilkan 6.144 Susulan

Gempa M6,2 Guncang Talaud

Selat Hormuz Akan Dibuka Kembali, Sekjen PBB Menyambut Baik Kesepakatan Damai AS-Iran

Fakultas Kedokteran UNG Komitmen Mendukung Penanggulangan Bencana

Next Post
Badai Ida Mendarat di Louisiana

Badai Ida Mendarat di Louisiana

Komentar tentang post

TERBARU

Dosen UNG Prof. Novianty Djafri: Pemimpin di Bidang Pendidikan Harus Menjadi Inspirator

Pertengahan Juni Kemarau Menguat di Selatan, Hujan di Utara Indonesia

Waspada Potensi Hujan dan Angin Kencang di Sebagian Wilayah Indonesia

Korban Tewas Gempa Sarangani Menjadi 65 Orang

Gempa Sarangani M7,8 Menghasilkan 6.144 Susulan

Gempa M6,2 Guncang Talaud

AmsiNews

REKOMENDASI

Indonesia Perkuat Kerjasama Konservasi Terumbu Karang

Tol Laut untuk Pulau-pulau Kecil dan Terpencil di Teluk Tomini

Peneliti: Populasi Penyu di Sumatera Barat 30 Ribu Ekor

Deskripsi 13 Perampokan di Selat Singapura, Indonesia dan India

Hiu Paus Panjang Dua Meter Lebih di Botubarani

Kapal Tak Boleh Buang Sampah Sembarangan

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.