Selasa, Maret 17, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Memulihkan dan Melidungi Alam Dapat Meningkatkan Ketahanan Pangan Global

redaksi
10 Juli 2023
Kategori : Berita, Iklim
0
Pangan dan Energi Jadi Masalah Global

Ketahanan pangan. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Bentang alam di seluruh dunia mengalami degradasi pada tingkat yang mengkhawatirkan. Kemerosotan lanskap ini terjadi di gunung, sawah, lembah, sungai, dan pesisir pantai dan sebagainya.

Akibatnya mata pencaharian utama petani dan nelayan ikut terancam, begitu pula ketahanan pangan.

Untuk itu, memulihkan dan melidungi alam sangat penting karena dapat meningkatkan ketahanan pangan global.

Umat manusia bergantung pada ekosistem, seperti hutan, lahan basah, dan sungai, untuk bertahan hidup.

Ekosistem ini menyediakan air bersih, hewan peliharaan, seperti lebah, yang penting untuk produksi pangan, dan memainkan peran kunci dalam memerangi krisis iklim.

Di Eropa, menurut data Uni Eropa, erosi tanah mempengaruhi 12 juta hektar lahan – sekitar 7 persen dari seluruh lahan pertanian – dan merugikan petani sebesar 1,25 miliar euro per tahun karena hilangnya produktivitas.

Koordinator untuk Dekade PBB tentang Restorasi Ekosistem (Ecosystem restoration) Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP), Natalia Alekseeva, mengatakan, paktik penggunaan lahan yang tidak berkelanjutan mulai dari cara kita membangun kota hingga menanam untuk mendapatkan makanan tidak hanya merusak planet dan mata pencaharian kita, “tetapi juga kemampuan kita untuk memberi makan 8 miliar orang.”

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: Bentang AlamKetahanan PanganKrisis IklimPerubahan IklimSistem PanganUNEP
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Bibit Siklon Tropis 95W Berkembang di Laut Filipina, 96W di Mikronesia

Next Post

Ada 50 Ribu Tanaman Dapat Dimakan, Dunia Bergantung pada Beras, Jagung dan Gandum

Postingan Terkait

49 Peserta Pendidikan Profesi Ners UNG Peroleh Sertifikat Kementerian Kesehatan

49 Peserta Pendidikan Profesi Ners UNG Peroleh Sertifikat Kementerian Kesehatan

17 Maret 2026
Seperti Apa Daging Tuna Sirip Biru Hasil Tangkapan Nelayan Bongo, Gorontalo

Seperti Apa Daging Tuna Sirip Biru Hasil Tangkapan Nelayan Bongo, Gorontalo

16 Maret 2026

Islam Memberi Perhatian Terhadap Kelestarian Alam

Quraish Shihab Menyoroti Kerusakan Lingkungan

Penyelam Gorontalo Menggelar Tumbilotohe Underwater

Tinggi Hilal Saat Matahari Terbenam 19 Maret 2026

Sidang Isbat 1 Syawal Pada 19 Maret 2026

Perkuat Ekosistem Riset BRIN Buka Pendaftaran Beasiswa Doctor by Research

Next Post
Ada 50 Ribu Tanaman Dapat Dimakan, Dunia Bergantung pada Beras, Jagung dan Gandum

Ada 50 Ribu Tanaman Dapat Dimakan, Dunia Bergantung pada Beras, Jagung dan Gandum

Komentar tentang post

TERBARU

49 Peserta Pendidikan Profesi Ners UNG Peroleh Sertifikat Kementerian Kesehatan

Seperti Apa Daging Tuna Sirip Biru Hasil Tangkapan Nelayan Bongo, Gorontalo

Islam Memberi Perhatian Terhadap Kelestarian Alam

Quraish Shihab Menyoroti Kerusakan Lingkungan

Penyelam Gorontalo Menggelar Tumbilotohe Underwater

Tinggi Hilal Saat Matahari Terbenam 19 Maret 2026

AmsiNews

REKOMENDASI

World Clean Up Day: Ayo, Perangi Sampah Plastik!

Universitas Indonesia Bikin Hand Sanitizer, Dibagi Gratis ke Rumah Sakit

Universitas Negeri Gorontalo Mengelola 41 Jurnal Ilmiah Terakreditasi SINTA

Depresi Tropis “Amang” Terbentuk di Laut Filipina

4 Ikan Tuna Berukuran Besar Didaratkan di Gorontalo

Tahun Ini Kemenhub Tambah Trayek Kapal

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.